Iwa Karniwa Terjerat Kasus Meikarta

Masa Penahanan Sekda Jabar Nonaktif Iwa Karniwa Diperpanjang, KPK Segera Lakukan Ini

Masa penahanan Sekretaris Daerah atau Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa Karniwa diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

Masa Penahanan Sekda Jabar Nonaktif Iwa Karniwa Diperpanjang, KPK Segera Lakukan Ini
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat nonaktif Iwa Karniwa saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Masa penahanan Sekretaris Daerah atau Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa Karniwa diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

Diketahui, sebelumnya Iwa Karniwa Karniwa ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek Meikarta, Bekasi, Jawa Barat.

"Tersangka IWK diperpanjang penahanan selama 30 hari kedua dari tanggal 28 November-27 Desember 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (26/11/2019).

Iwa Karniwa kini tengah mendekam di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur sejak KPK menahannya pada Jumat (30/8/2019) lalu.

Penahanan Iwa Karniwa Diperpanjang untuk Ketiga Kalinya, Ini Penjelasan Penasihat Hukumnya

Febri menuturkan, perpanjangan penahanan ini merupakan yang kedua sekaligus terakhir terhadap Iwa Karniwa.

Febri menyebut penyidik tengah memfinalisasi proses penyidikan terhadap Iwa Karniwa dan akan segera melimpahkannya pada tahap berikutnya.

"Ini merupakan perpanjangan penahanan terakhir, sehingga dalam waktu dekat perkara ini akan dilimpahkan pada tahap berikutnya dan segera akan di sidang," ujar Febri.

Iwa Karniwa ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam pusaran kasus proyek pembangunan Meikarta karena diduga menerima suap terkait Rancangan Detail Tata Ruang Bekasi.

Wali Kota Tasikmalaya Sebut di KPK Pengadaan Barang dan Jasa Urutan Kedua Korupsi Tertinggi

Ia diduga meminta uang sebesar Rp 1 miliar kepada PT Lippo Cikarang melalui Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk memuluskan proses RDTR di tingkat provinsi.

Pada Desember 2017, Iwa Karniwa telah menerima uang sebesar Rp 900 juta dari Neneng melalui perantara. Neneng mendapat uang tersebut dari PT Lippo Cikarang pada bulan yang sama.

Adapun Neneng tengah mendekam di penjara setelah divonis hukuman enam tahun penjara.

Dia dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap terkait proyek perizinan Meikarta sebesar Rp 10,630 miliar dan SGD 90.000. (Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Penetapan Tersangka Kasus Meikarta Dianggap Tidak Sah, Mantan Presdir Lippo Cikarang Gugat KPK

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved