Kabid Humas Polda Jabar: Hoaks dan Ujaran Kebencian Dominasi Pelanggaran di Media Sosial

Polda Jabar melakukan cyber patrol (patroli siber) terhadap dunia maya, di masyarakat melalui media sosial," Kabid Humas Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar: Hoaks dan Ujaran Kebencian Dominasi Pelanggaran di Media Sosial
istimewa
Ilustrasi- hoaks rekrutmen dan ujaran kebencian dominasi pelanggaran di media sosial 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pesatnya perkembangan teknologi mengharuskan Polri meningkatkan keamanan melalui patroli siber (cyber patrol) terhadap aktivitas masyarakat di dunia maya.

Satu di antara patroli siber yang dilakukan Polri yaitu melalui penggunaan media sosial.

"Polda Jabar melakukan cyber patrol (patroli siber) terhadap dunia maya, di masyarakat melalui media sosial," Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K di Hotel Santika Bandung, Selasa (26/11/2019).

Trunoyudo menuturkan mekanisme patroli siber dilakukan dengan cara menerima pelaporan langsung dari masyarakat maupun kelompok yang merasa dirugikan langsung di dunia maya. Selain itu dengan cara profiling akun (perseorangan).

"Kami menyasar secara umum, semua kalangan yang berpotensi mengganggu. Profiling siapa orangnya (oknum). Dibantu dengan kata kunci biasanya dengan kata kunci 'viralkan'," tuturnya.

Dunia Maya Digemparkan Fenomena Crosshijaber, Kemenag Pastikan di Indramayu Tak Ada

Siberkreasi Ajak Masyarakat Bergaul Positif di Dunia Maya

Trunoyudo mengakui jika sepanjang 2019 ini trend pelanggaran di dunia maya terutama di media sosial tidak menurun. Terlebih pada tahun 2019 ini terselenggara even besar Pilpres dan Pileg.

"Belum efektif penegakan hukum tidak menurunkan partisipan masyarakat. Dalam hal ini kami mengajak netizen potensial pemerhati pengamat (buzzer) dan kerjasama dengan Kominfo serta Direktoral Siber," katanya.

Jumlah kasus pelanggaran di media sosial didominasi oleh kasus penyebaran berita bohong (hoaks) lalu kasus ujaran kebencian (hate speech), dan hal-hal yang berisfat provokasi.

"Semua itu sudah ditangani, angkanya menurun tapi angka pastinya kami belum terima. Hakikatnya semua yang bersifat ancaman kami tindak, penanganan kasus kita prioritaskan tidak ada kasus skala besar maupun kecil," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved