BPBD Kabupaten Cirebon Akan Tetap Pasok Air Bersih, Minta Masyarakat Bersabar

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, ‎untuk suplai air bersih masyarakat terlebih dulu harus berkoordinasi dengan pemerintah desa

tribunjabar/hakim baihaqi
Warga antre air bersih di Kabupaten Cirebon, Kamis (14/11/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon akan terus mensuplai air bersih untuk masyarakat ‎yang membutuhkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, ‎untuk suplai air bersih masyarakat terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Setelah mendapakan izin dari pemerintah desa setempat, air bersih akan langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan kawalan kuwu (kepala desa) dan TNI-Polri.

"Kami punya enam armada, lima milik PDAM dan satu lagi BPBD yang siap melayani masyarakat. Kami minta bersabar, karena jangkauan wilayah cukup besar dan banyak," kata Dadang di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (26/11/2019).

Perusahaan Daerah Air Minum (P‎DAM) Tirtajati Kabupaten Cirebon, pastikan bantuan bersih bagi masyarakat pelanggan dan non pelanggan selama musim kemarau, tidak dipungut biaya.

VIDEO-Warga di Blok Sampiran Cirebon Masih Krisis Air Bersih, Antre Ambil Air Pakai Jeriken

Krisis Air Bersih di Talun Cirebon Kini Lebih Lama Dibanding Tahun Lalu, Sumur Kering Beli Air Galon

Dirut PDAM Tirtajati Kabupaten Cirebon, Suharyadi, mengatakan, segala bentuk bantuan itu tidak dipungut biaya apa pun, kalau ada yang memungut itu adalah oknum petugas PDAM.

"Ini memang gratis, tapi harus melalui mekanismenya, yaitu membuat surat, nanti kami akan menjadwalkan," kata Suharyadi di Kantor PDAM Tirtajati Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.

Suharyadi mengatakan, bantuan air bersih yang dilakukan oleh PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kalau kemarau sekarang lebih parah, sudah tiga bulan tidak hujan. Kalau kemarin dua bulan tidak hujan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved