Kisah Guru Honorer di Indramayu, Asuh Anak Didik dari Gaji Mengajar, Kini Muridnya Sudah Sukses

Status guru honorer yang ia sandang pun disebutkan Jamaludin tidak menyulutkan semangatnya untuk terus mengajar.

Kisah Guru Honorer di Indramayu, Asuh Anak Didik dari Gaji Mengajar, Kini Muridnya Sudah Sukses
tribunjabar/Handhika Rahman
seorang guru honorer pelajaran komputer di SMK NU Krangkeng, Jamaludin (36) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRMAYU - Menjadi seorang guru merupakan kebanggaan sendiri bagi Jamaludin (36).

Status guru honorer yang ia sandang pun disebutkan Jamaludin tidak menyulutkan semangatnya untuk terus mengajar.

Padahal, diceritakan guru komputer di SMK NU Krangkeng Indramayu itu hanya mendapat upah sebesar Rp 246 ribu saja per bulan.

Jamaludin mengatakan, sudah 13 tahun lamanya ia mengabdi menjadi seorang guru honorer.

Selama pengabdian itu sudah banyak dari murid-murid didiknya sudah sukses dan mendapatkan pekerjaan yang layak, seperti menjadi seorang PNS, menjadi anggota TNI AL, dan lain sebagainya.

"Anak yang angkatan laut ini dahulunya broken home, kedua orang tuanya meninggal, anak itu hampir putus sekolah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Senin (25/11/2019).

Foto Viral Masjid Megah di Tengah Hutan, Jalan Menuju Lokasi Sempit dan Tak Rata

Dikisahkan Jamaludin, sejak saat itu anak tersebut ia bimbing, ia merangkul, dan memenuhi semua kebutuhannya agar bisa tetap bersekolah.

"Saya bilang ke anak itu, yang penting kamu berangkat sekolah, kalau makan, jajan, atau keperluan lainnya datang saja ke koperasi sekolah. Di sana bilang saja bayarnya potong uang saya," ucapnya.

Keputusan itu Jamaludin lakukan. Padahal ia juga menyadari bahwa gaji seorang guru honorer tidak akan cukup walau hanya hanya untuk memenuhi kebutuhan anak asuhnya tersebut.

Selain itu ia juga mengisahkan, Jamaludin sempat bertemu kembali dengan anak didiknya itu setelah lama tidak bertemu.

Saat Jamaludin tengah menunggu angkutan umum di pinggir jalan. Anak didiknya datang, ia turun dari mobil bersama anak buahnya yang sesama angkatan laut kemudian merangkul Jamaludin.

Mengingat Lagi Rohayatun, Guru di Kuningan Urusi Bocah Tak Mampu, Ajak Sekolah, Belikan Seragam SD

"Saya nangis pak di rangkul begitu. Anak didik yang dulu saya kasih makan, kasih jajan sekarang sudah jadi angkatan laut. Dia bilang terimakasih banyak karena sudah membesarkan sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini," ucap dia.

Lanjut Jamaludin, ia sangat bersyukur melihat anak-anak didiknya sekarang sudah mendapat kehidupan yang layak, termasuk anak-anak yang dahulu ia asuh.

Ada 8 anak yang diasuh Jamaludin. Tidak hanya itu, semua anak asuh tersebut bahkan tidak lupa kepadanya meski sudah dewasa. Merekan bahkan ikhlas menjamin kehidupan Jamaludin.

"Ada yang ngejamin saya Rp 500 ribu per bulan, ada juga yang Rp 300 ribu. Uang itu dari gaji mereka yang disisihkan," ujarnya.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved