Petani Garam di Indramayu Sebut Harga Garam Tahun Ini Terburuk Sepanjang Sejarah, Seperti Kerja Rodi

Anjloknya harga garam di Kabupaten Indramayu membuat petani garam merasa seperti sedang bekerja rodi.

Petani Garam di Indramayu Sebut Harga Garam Tahun Ini Terburuk Sepanjang Sejarah, Seperti Kerja Rodi
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Seorang petani garam, Prima (29), saat menggarap lahan pertanian garam di Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Minggu (24/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Anjloknya harga garam di Kabupaten Indramayu membuat petani garam merasa seperti sedang bekerja rodi.

Hal tersebut disampaikan seorang petani garam di Desa/Kecamatan Krangkeng, Imam Bukhori (36), ketika ditemui Tribuncirebon.com, Minggu (24/11/2019).

Imam Bukhori mengatakan, bertani garam memerlukan modal tenaga dan operational yang tidak sedikit.

Hal ini tidak sebanding dengan harga garam yang terus menurun hingga cuma dihargai Rp 150-250 per kilogram.

"Kalau berbicara jauhnya kan negara kita itu negara bahari, negara maritim, padahal banyak petani kita memproduksi garam tapi nyatanya, katanya, garam import masih masuk," ujar dia.

Ia menilai, turunnya harga di tahun 2019 adalah yang terburuk dalam sejarah.

Harga Garam Anjlok Lagi di Indramayu, Sekarang Rp 150 per Kilogram

Harga Garam Lokal di Cirebon Anjlok, Diduga Garam Impor Bocor

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada sekitar tahun 2009. Saat itu harga garam jatuh dan menyentuh harga Rp 200 per kilogram.

"Saat itu kan masih garam tanah beda dengan sekarang," ucapnya.

Saat itu diceritakan Imam Bukhori, pemerintah melakukan upaya dengan mengalihkan metode produksi garam tanah menjadi metode geomembran atau plastik.

Harga pun bisa berangsur naik seiiring dengan meningkatnya kualitas.

"Kalau sekarang belum ada upaya dari pemerintah," ucapnya.

Ia berharap, ada upaya yang segera dilakukan pemerintah mengingat sudah dua tahun terakhir harga garam terus mengalami penurunan.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved