Esok, Kejari Cimahi Rapat Soal Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD Kota Cimahi

Pemeriksaaan pada Kamis (21/11/2019) delapan orang tersebut terkait dugaan korupsi dana reses tahun 2018.

tribunjabar/syarif pulloh anwari
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cimahi, Mila Susilowaty saat ditemui, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Pekan lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi memeriksa delapan orang di lingkungan Sekretariat DPRD yang pernah menjabat pada tahun 2018.

Pemeriksaaan pada Kamis (21/11/2019) delapan orang tersebut terkait dugaan korupsi dana reses tahun 2018.

Sejauh ini, Kejari Cimahi belum merencanakan pemanggilan lagi terhadap delapan orang tersebut ataupun terduga baru.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Cimahi, Mila Susilawaty ketika dihubungi Tribun Jabar, Minggu (24/11/2019) sore.

"Belum ada pemanggilan," ujar Mila Susilawaty.

Saat Reses DPRD Kota Cimahi Berujung Dugaan Korupsi, Mantan Ketua Dewan Buka Suara

Delapan Orang Diperiksa Terkait Dana Reses 2018, Pejabat Kejari Cimahi Belum Bisa Komentar Banyak

Mila mengatakan pihaknya sementara ini hanya memeriksa data dari hasil pemeriksaan terhadap delapan orang pada pekan lalu.

Esok, Senin (25/11/2019), Mila Susilawaty dan timnya Kejari Cimahi menggelar pertemuan untuk membahas siapa lagi yang akan diperiksa.

"Senin baru mau dibuat, rembukan dulu, siapa yang mau dipanggil setelah hasil kemarin," kata Mila Susilawaty.

Diketahui, pihak Kejari Cimahi sedang menelusuri kasus kasus dugaan korupsi dana pembayaran jasa non PNS dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Cimahi tahun 2018.

Dalam kasus dugaan korupsi dana reses tersebut, ada pemborosan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved