Climbing Day Ditetapkan 23 November, Sejumlah Pemanjat Senior Pun Hadir saat Pelucuran di Bandung

Dunia panjat tebing Indonesia sedang mengalami masa keemasan dalam beberapa tahun terakhir hingga kini.

Climbing Day Ditetapkan 23 November, Sejumlah Pemanjat Senior Pun Hadir saat Pelucuran di Bandung
Istimewa
Sejumlah pemanjat senior menghadiri peluncuran Climbing Day dan mengikuti Rock Master Climbing di Eiger Flagship store, Jalan Sumatera 23, Kota Bandung, Sabtu (23/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dunia panjat tebing Indonesia sedang mengalami masa keemasan dalam beberapa tahun terakhir hingga kini.

Sejumlah prestasi tingkat regional hingga dunia berhasil ditorehkan sejumlah atlet panjat tebing Tanah Air.

Hal ini menjadi salah satu pemicu para pegiat panjat tebing yang terdiri dari atlet, pengurus organisasi, pehobi dan lain sebagainya, melahirkan visi perlunya memiliki hari "perayaan" panjat tebing yang ditetapkan pada tanggal tertentu sehingga para pelaku panjat tebing kemudian menetapkan tanggal 23 november sebagai Climbing Day.

Penetapan Climbing Day ini digagas oleh Climbers Forum yang diwakili oleh Bob Lesmana, Yuyun Yuniar, Meizan Nataadiningrat, Arie Yashar Yusuf, dan Munggaran yang disampaikan dalam konferensi pers di Eiger Flagship store, Jalan Sumatera 23, Sabtu (23/11/2019).

Sejumlah pemanjat senior mneghadiri peluncuran Climbing Day dan mengikuti Rock Master Climbing di Eiger Flagship store, Jalan Sumatera 23, Kota Bandung, Sabtu (23/11/2019).
Sejumlah pemanjat senior menghadiri peluncuran Climbing Day dan mengikuti Rock Master Climbing di Eiger Flagship store, Jalan Sumatera 23, Kota Bandung, Sabtu (23/11/2019). (Istimewa)

Bob Lesmana menyebutkan bahwa panjat tebing di Indonesia telah berkembang begitu pesat sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun era 1980-an oleh Harry Suliztiarto yang saat itu tengah menempuh pendidikan tingkat tinggi di jurusan patung FSRD ITB.

Oleh sosok Harry, bentangan tebing-tebing alam di berbagai pelosok Indonesia yang berdiri tegak begitu indah, menjadi faktor penting yang mendorong kemajuan panjat tebing di negara ini.

"Ekspedisi demi ekspedisi pun dilakukan untuk membuka jalur-jalur baru pemanjatan tebing di Indonesia dengan berbagai tingkat kesulitan. Ini membuka kesempatan bagi pemanjat di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dalam menuntaskan rintangan dari setiap jalur," tutur Bob.

Bertumbuhnya olah raga ini kemudian melahirkan federasi olah raga resmi bernama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dibawah Komite Olah
Raga Nasional Indonesia (KONI).

Olah raga ini pun menempuh jalan panjang untuk mulai dipertandingkan secara resmi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Berbagai prestasi berhasil ditorehkan oleh para atlet Indonesia hingga saat ini.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved