Selain Soal Jumlah Kenaikan UMK, Buruh di Sumedang Juga Kecewa pada Pemprov Jabar Karena Ini

uruh di Kabupaten Sumedang merasa kecewa dengan jumlah kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selain Soal Jumlah Kenaikan UMK, Buruh di Sumedang Juga Kecewa pada Pemprov Jabar Karena Ini
Pixabay.com
Ilustrasi UMK 2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Buruh di Kabupaten Sumedang merasa kecewa dengan jumlah kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

UMK Kabupaten Sumedang yang sebelumnya Rp 2.893.074 naik 8,51 persen menjadi Rp 3.139.275.

Tak hanya perihal jumlah upah, ada satu alasan lagi buruh kecewa pada penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.

UMK Kota Tasikmalaya 2020 Sudah Diumumkan Gubernur Jabar, Kadisnaker Kota Tasik Tanggapi Begini

UMK 2020 Sumedang Naik, Buruh Masih Kecewa

Hal tersebut disampaikan Ketua KSPSI Kabupaten Sumedang, Guruh Hudhyanto, ketika dihubungi Tribun Jabar, Jumat (22/11/2019).

"Ini kan gubernur menetapkannya pakai surat edaran, bukan Surat Keputusan (SK)," ujar Guruh Hudhyanto.

Guruh Hudhyanto membandingkan, kenaikan-kenaikan UMK sebelumnya ditetapkan lewat Surat Keputusan, bukan Surat Edaran.

Ini, menurut Ketua KSPSI tersebut, membuat buruh bingung, apa sanksi yang didapat perusahaan jika tidak mengikuti surat edaran tersebut?

"Kami merasa ada satu pengingkaran yang dilakukan Pemprov. Bupati dan Wali Kota kan memberikan rumusan (kenaikan UMK) ke Provinsi," ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved