Teror Sperma di Tasik

Teror Sperma Muncul di Kota Santri, Tokoh Agama Tasikmalaya Ini Berharap Tidak Terjadi Lagi

Tokoh agama di Kota Tasikmalaya Ustaz Maman Suratman berharap fenomena yang pertama ditemukan ini menjadi yang terakhir.

Teror Sperma Muncul di Kota Santri, Tokoh Agama Tasikmalaya Ini Berharap Tidak Terjadi Lagi
tribunjabar/isep heri
Pelaku teror sperma (tengah) saat ditangkap polisi di Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Teror sperma di Tasikmalaya memang menggemparkan dan menjadi sorotan publik.

Sejumlah pihak prihatin terdapat fenomena nyeleneh itu terjadi di Kota yang dikenal dengan Kota Santri.

Tokoh agama di Kota Tasikmalaya Ustaz Maman Suratman berharap fenomena yang pertama ditemukan ini menjadi yang terakhir.

Dari pandangan agama, jelas Ustaz Maman, pelaku ini telah menyimpang dan tentunya dilarang agama.

"Dalam hukum Islam dikenal istilah onani tapi itu biasa dilakukan di tempat tertutup pastinya dosa dan itu hubungannya antara yang melakukan dengan Allah SWT," tutur Pimpinan pondok Pesantren Ihya As-Sunah Paseh, Kecamatan Cihideung, tersebut, Rabu (20/11/2019).

"Tapi ini nyeleneh karena dilakukan di hadapan orang lain. Bukan saja dosa kepada Allah, tapi pelaku sudah mengganggu dan melecehkan dalam kasus ini kaum perempuan," sambungnya.

Teror Sperma di Tasikmalaya, Psikolog: Eksibisionis tapi yang Ini Lebih Aneh

Kasus Teror Sperma di Tasikmalaya Belum Reda, Muncul Kasus Serupa di Baleendah

Menurut dia, fenomena ini bisa dikatakan sebagai fenomena rapuhnya iman pelaku yang tak bisa menahan hawa nafsu dalam hal ini syahwatnya.

Ditambah, kata dia dengan efek negatif arus teknologi informasi saat ini yang begitu mudahnya untuk mengakses tontonan berkonten porno.

"Kemungkinan dia sudah lama mengalami penyimpangnya. Asal muasalnya mungkin karerna terlalu banyak menonton film yang tidak pantas. Ketika tidak bisa disalurkan dengan baik dan benar, akhirnya dia melakukan dengan caranya sendiri," jelasnya.

Fakta Baru Teror Sperma di Tasikmalaya, Pelaku SN Juga Ternyata Pernah Meremas Payudara

Scoopy Milik Pelaku Teror Sperma Jadi Alat Bukti, Begini Modus Tersangka Pakai Motornya Saat Beraksi

Penyimpangan ini, lanjut Ustaz Maman perlu disikapi bersama. Terutama harus jadi pelajaran bagi para orang tua.

"Terutama dalam mendidik dan mengawasi anak dalam penggunaan gawai. Mudah-mudahan tidak ada kejadian lagi. Apalagi sampai mengganggu dan melecehkan orang lain," kata dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved