Banyak Penipuan Modus OTP, Pakar Keamanan Siber Sebut Faktor Kesalahan Pengguna

Beberapa waktu lalu muncul penipuan dengan modus memancing korban untuk menyebutkan kode rahasia OTP (One Time Password) atau 4 digit angka yang dikir

Banyak Penipuan Modus OTP, Pakar Keamanan Siber Sebut Faktor Kesalahan Pengguna
hackronomicon.com
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa waktu lalu muncul penipuan dengan modus memancing korban untuk menyebutkan kode rahasia OTP (One Time Password) atau 4 digit angka yang dikirimkan melalui SMS.

Penipuan ini tentunya dapat membobol sejumlah aplikasi yang dimiliki korban. Praktik ini banyak terjadi di berbagai platform aplikasi baik perbankan dan fintech.

Pakar Keaman Siber sekaligus Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, mengatakan bahwa sebagian besar kelemahan sistem keamanan sebuah teknologi terletak pada kemampuan penggunanya.

Karena itu, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan sistem.

"Beberapa kasus yang terjadi memang kesalahan pengguna, misalnya melektakan ponsel sembarangan yang mengakibatkan pihak lain memperoleh sandi, atau tidak sadar memberikan kode sandi kepada orang lain," katanya melalui ponsel, Rabu (20/11/2019).

Setelah 4 Syarat Terpenuhi, Makam Kuno Itu Akhirnya Ditemukan, Bisikan Gaib Melalui Kiai Buntet

Terkait kasus yang dialami Aura Kasih, Ardi Sutedja meminta pengguna dompet virtual tidak perlu khawatir.

Ketika terjadi pendebetan yang tidak jelas pada akun dompet virtual, pengguna dapat segera membuat aduan kepada penyedia layanan.

Jika pengguna dapat membuktikan kesalahan pada sistem, maka pihak penyedia layanan dapat mengembalikan saldo yang hilang.

"Ketika mengalami, komplain saja, pasti ditanggapi. Jika tidak merasa melakukan transaksi dan setelah di crosscheck memang ada kesalahan sistem, pasti didebet kembali. Selama pengguna mengatakan yang sebenarnya, tidak perlu khawatir," ujar Ardi.

Ardi juga menegaskan bahwa sebuah sistem juga tidak sepenuhnya aman.

Sebab secanggih apapun teknologi, pasti memiliki kelemahan karena teknologi diciptakan oleh manusia.

"Yang penting jangan khawatir, selama ini mereka (Gojek) sudah cukup baik layananya. Ketika pengguna merasa dirugikan, laporkan, pasti ditindaklanjuti," ujarnya.

Sejak Didiagnosis Autoimun, Ashanty Sempat Menangis Malam-malam, Begini Reaksi Anaknya

Rapat Pengesahan RAPBD Kabupaten Cirebon Bakal Digelar di Halaman Gedung, Ini Alasannya

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved