Sekap Tujuh Wanita untuk Dikirim ke Malaysia, Jimmy Mengaku Sudah 2 Kali Dipenjara dan Tidak Kapok

Tujuh wanita yang hendak dikirim ke Malaysia sebagai tenaga kerja wanita atau TKW ilegal diselamatkan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau atau Polda Kepr

Sekap Tujuh Wanita untuk Dikirim ke Malaysia, Jimmy Mengaku Sudah 2 Kali Dipenjara dan Tidak Kapok
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menyelamatkan 7 wanita yang akan dikirimkan ke Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKi), Sabtu (16/11/2019) kemarin. 

TRIBUNJABAR.ID, BATAM - Tujuh wanita yang hendak dikirim ke Malaysia sebagai tenaga kerja atau TKI ilegal diselamatkan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau atau Polda Kepri, Sabtu (16/11/2019).

Dilansir dari Kompas.com, sebelum dikirim ke Malaysia, ketujuh wanita tersebut terlebih dulu disekap di Perumahan Bambu Kuning Blok B27 No.21 Sagulung, Batam, Kepulauan Riau.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Saptono Erlangga, mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini berawal dari informasi salah satu warga, yang mengaku ada kerabatnya akan dikirimkan ke Malaysia.

Warga tersebut memberi tahu lokasi penyekapan korban yang berada di Batam. Dari sana Ditreskrimum Polda Kepri melalui Subdit III dan Subdit IV melakukan pengembangan, dan menemukan ketujuh wanita tersebut.

"Saat ditemukan ketujuhnya dalam kondisi trauma, karena sudah hampir seminggu dikurung diperumahan itu," kata Erlangga, dalam jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (18/11/2019) petang.

Rutin Konsumsi Kopi Bisa Rasakan Tiga Manfaat Minum Kopi Ini, Cegah Penyakit Otak yang Serang Otak

Ketujuh korban tersebut yaitu, RB (18), RU (20), dan AL (39), warga asal Kupang, NTT, JH (25) dan KM (22) asal Sumba, IL (18) asal Manado, serta ID (18) asal Ngawi, Jawa Timur.

Polisi juga menangkap satu tersangka, yakni Purwanto alias Jimmy.

"Saat ini personel Subdit III dan subdit IV juga sedang melakukan pengejaran terhadap komplotan Jimmy, yakni J, Y dan K yang berada di luar Batam," ujar Erlangga.

Modus para pelaku yakni dengan mengiming-imingi korban akan dipekerjakan di perusahaan yang ada di Malaysia dengan gaji besar.

Selain itu agar korban percaya, pelaku mengatakan bahwa semua ongkos korban hingga sampai ke Malaysia ditanggung perusahaan yang akan mempekerjakan para korban.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved