Utang BPJS Miliaran, Dokter dan Perawat Rumah Sakit di Bandung Belum Gajian, Kiriman Obat Pun Macet
Utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jawa Barat mencapai belasan hingga puluhan miliar. Dokter dan perawat pun belum gajan.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Kisdiantoro
Selain mengefisiensi anggaran, RSUD Soreang terpaksa menggunakan tabungan RSUD, yang biasanya disimpan untuk kebutuhan darurat.
Selama ini, kata Sukirwan, RSUD memang selalu mendapat subsidi dari Pemkab Bandung.
Namun subsidi itu dalam bentuk belanja modal seperti peralatan dan perlengkapan alat kesehatan termasuk untuk menutupi biaya rumah sakit pasien SKTM (surat keterangan tidak mampu).
"Jumlahnya tergantung tahun anggaran Pemkab Bandung. Tergantung kami (rumah sakit) butuh apa tahun ini," ujarnya.
Enam Bulan
Efisiensi anggaran juga dilakukan RSUD Kota Bandung karena besarnya tunggakan BPJS Kesehatan. Direktur RSUD Kota Bandung, Exsenveny Lalopua, mengatakan, tunggakan BPJS Kesehatan kepada RSUD Kota Bandung sudah mencapai Rp 40 miliar.
Itu, kata Exenveny, adalah tunggakan selama enam bulan, sebab BPJS Kesehatan baru membayar tagihan untuk Januari-April 2019.
"Untuk menutupi itu gunakan cash flow yang ada. Kami kelola kas secara efisien dengan tidak menurunkan mutu pelayanan,” ujar Viny, sapaan akrabnya, saat ditemui dalam acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (14/11).
Hal senada dikatakan Kepala Bagian Umum dan Keuangan RSUD Kota Bandung, dr Supratman.
Namun sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pemerintah Kota Bandung, untuk pengadaan obat-obatan mereka tetap bisa membeli melalui e-katalog.
"Pembayaran dilakukan di akhir atau kumulatif. Dalam kondisi terdesak, kami juga bisa menggunakan alokasi cadangan," ujarnya di ruang kerjanya.
Seperti RSUD Soreang, RSUD Kota Bandung mulai membatasi pemakaian listrik dan biaya makan dan minum dalam kegiatan-kegiatan rapat koordinasi rutin.
"Kalau cuma rapat di satu bagian, biasaya enggak ada mamin. Tapi kalau rapat antarbagian yang melibatkan para kepala bagian, apalagi direksi manajemen atau tamu dari luar rumah sakit, baru kami akan keluarkan makan besar untuk menjamu. Tapi sampai sekarang kami belum sampai harus berutang untuk pembiayaan operasional. Mudah-mudahan jangan," ujarnya.
Kondisi serupa dialami RSUD Lembang dan RSUD Cikalongewetan di Kabupaten Bandung Barat dan RSUD Cibabat di Kota Cimahi.
Terus tertunggaknya pembayaran klaim biaya kesehatan dari BPJS ini juga membuat mereka kesulitan membayar jasa pelayanan para dokter dan perawat yang selama ini bertugas di rumah sakit-rumah sakit tersebut. Agar bisa bertahan, mereka juga melakukan efisiensi anggaran.