Pembina Pramuka di Surabaya Dihukum Kebiri, Buntut Pencabulan Terhadap 15 Siswa

Rahmat Santoso Slamet (30), pembina pramuka asal Surabaya, divonis hukuman kebiri dan 12 tahun penjara akibat pencabulan terhadap 15 siswanya

Pembina Pramuka di Surabaya Dihukum Kebiri, Buntut Pencabulan Terhadap 15 Siswa
shutterstock
ilustrasi kebiri kimia 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA- Rahmat Santoso Slamet (30), pembina pramuka asal Surabaya, divonis hukuman kebiri selama 3 tahun.

Ia mendapat hukuman itu akibat kasus pencabulan terhadap anak didiknya.

Selain itu, pembina pramuka itu juga divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider kurungan 3 bulan.

Hukuman terhadap pembina itu diputuskan dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (18/11/2019), 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya sependapat dengan tuntutan jaksa tentang hukuman kebiri kimia bagi pembina pramuka yang mencabuli 15 anak didiknya.

Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi mengatakan, terdakwa sebagai tenaga pendidik terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tipu muslihat kepada anak didiknya.

Akal Bulus Perwira Polisi Bisa Selingkuh dengan 2 Istri Orang, Bilangnya Mau Latihan Pramuka Malam

Tolak Berjabat Tangan dengan Pembina Pramuka, Siswa SMP Ini Banjir Komentar

"Bahwa perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, membuat anak trauma, malu dan takut. Perbuatan terdakwa merusak masa depan anak anak," kata Hakim Dwi Purwadi.

Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak menemukan alasan pemaaf atau pembenar yang dapat membebaskan terdakwa dari pertanggungjawaban hukum.

Majelis, kata Dwi, sependapat dengan penuntut umum dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 80 dan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentan perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Terdakwa saat ditanya hakim tentang vonis tersebut mengaku belum memiliki sikap.

PSM Makassar Bantai Persipura Jayapura, Persib Bandung Dapat Keuntungan Sekaligus Tekanan

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved