Modus Pasangan Suami Istri Pelaku Perdagangan Orang di Cianjur, Cari Korban Hingga ke Luar Daerah

Modus pasangan suami istri pelaku perdagangan orang di Cianjur. Mereka mencari calon korban hingga ke luar daerah.

Modus Pasangan Suami Istri Pelaku Perdagangan Orang di Cianjur, Cari Korban Hingga ke Luar Daerah
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan kronologi penggerebekan dimulai pada hari Jumat (15/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, di villa Puncak Resort No 57 Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Akhir pekan lalu, Polres Cianjur mengungkap kasus dugaan perdagangan orang atau human trafficking.

Sebuah vila digerebek dan 15 orang korban diamankan.

Polisi pun kemudian menangkap dua pelaku.

Tim Unit II Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cianjur menetapkan pasangan suami istri (pasutri) berinisial AS (46) dan AS (47) sebagai tersangka atas kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut.

Polisi menggelandang keduanya dari sebuah vila di kawasan Puncak, Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019) petang.

Petugas juga mengamankan 15 orang perempuan paruh baya sebagai korban.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan cara mengiming-imingi korban dengan jaminan bekerja di luar negeri tanpa dipungut bayaran sepeser pun alias gratis.

“Sehingga banyak yang tergiur apalagi tersangka menjanjikan memberi uang, nilainya kisaran Rp 2 sampai 3 juta sifatnya pinjaman. Cara bayarnya dipotong dari gaji saat mereka (korban) sudah bekerja di luar negeri,” kata AKBP Juang Andi Prayitno kepada Kompas.com, Senin (18/11/2019).

Dalam merekrut calon korban, kata Juang, kedua tersangka mendatangi sejumlah tempat, tak hanya di wilayah Kabupaten Cianjur, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti dari Cirebon, Karawang, Bandung Barat, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Banten.

"Malah ada seorang korban yang dari luar pulau Jawa, dari Lombok Tengah," kata dia.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved