Solar Langka di Priangan Timur, Hiswana Migas Imbau Angkutan Campur Solar dengan Dexlite
Kelangkaan BBM bersubsidi jenis biosolar di sejumlah SPBU di wilayah Priangan Timur selama sepekan terakhir
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kelangkaan BBM bersubsidi jenis biosolar di sejumlah SPBU di wilayah Priangan Timur selama sepekan terakhir dirasakan sejumlah sopir dan pengusaha angkutan.
Namun Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang Priangan Timur menampik terkait adanya kelangkaan tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Cabang Hiswana Migas Priangan Timur, Sigit Wahyu Nandika mengatakan bukan kelangkaan yang terjadi tapi memang ada pembatasan penjualan solar bersubsidi tersebut.
"Solar masih ada tapi kuotanya memang terbatas, bukan hanya terjadi di Priangan Timur tapi secara nasional," kata Sigit, Sabtu (16/11/2019).
Sigit menyebut pengurangan bukan hanya terjadi di solar tapi memang di semua BBM bersubsidi.
• Baku Tembak Densus 88 vs Teroris di Medan, Dua Teroris Disikat Mati, Anggota Densus Luka Tertembak
"Terkait adanya pengurangan kuota BBM subsidi di antaranya solar di wilayah Priangan Timur karena di DPR ada pengurangan kuota BBM bersubsidi yang ditentukan tahun kemarin," jelasnya.
Ditengah kondisi saat ini Hiswana Migas menyarankan agar pengguna solar mencampur sebagian dengan dexlite.
"Dengan menggunakan dexlite sangat membantu pemerintah dalam hal subsidi. Di samping itu dexlite memang lebih mahal tapi lebih bagus, itu terjamin," ujarnya.
• Nanti Malam Ada Road Race di Jalan Aceh, Hindari Sejumlah Jalan Ini di Kota Bandung
Dia menambahkan bahwa pihaknya sudah mendengar keresahan dari para pengusaha jasa angkutan di Priangan Timur.
"Bersama organda kami berkoordinasi agar para pengguna solar lebih bijak dan untuk sementara menggunakan dexlite," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/spbu-tasik-solar.jpg)