Jika Stok Solar Tak Kunjung Normal, Organda se-Priangan Timur Ancam Akan Berunjuk Rasa

Keresahan langkanya bio solar ini, ucap Irwan, tidak hanya dirasakan Organda Kota Tasikmalaya tetapi juga dirasakan Organda se-Priangan Timur.

Jika Stok Solar Tak Kunjung Normal, Organda se-Priangan Timur Ancam Akan Berunjuk Rasa
Tribun Jabar/Isep Heri
Suasana di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Ketua DPC Organda Kota Tasikmalaya, Irwan Nurkomara, mengatakan kelangkaan BBM jenis bio solar di Kota Tasikmalaya selama hampir sepekan ini sangat meresahkan para pengusaha angkutan.

"Apalagi ada pembatasan katanya maksimal mengisi bio solar 20 liter, dan beberapa SPBU tidak tersedia bio solar," kata Irwan saat ditemui, Jumat (15/11/2019).

Irwan menyebut, pihaknya menerima informasi bahwa kuota pasokan bio solar ke tiap SPBU di Priangan Timur dikurangi sebanyak 20 persen.

"Pasokannya ke SPBU juga kan ada yang menunggu 3 hari bahkan 5 hari," ujarnya.

Menurutnya, untuk beralih ke dexlite atau Pertamax dex dirasakan sangat memberatkan para pengusaha karena harga dua kali lipat dari bio solar.

Sopir Truk di Tasikmalaya Keluhkan Kelangkaan Solar Sepekan Terakhir

Sudah Sepekan Bio Solar Kosong di Garut, Pengusaha Angkutan Kecil Pun Mengeluh

"Sebetulnya bagi pengusaha bisa saja menaikan tarifnya tapi kan dampaknya akan lebih luas yang dirugikan masyarakat banyak," kata Irwan.

Pihak Organda hingga saat ini bersepakat dengan para pengusaha angkutan tidak menaikan tarif.

"Kami tekankan kepada para pengusaha jangan dulu ada yang menaikan tarif, jangan dulu ada demo karena yah masih terpenuhi meskipun harus susah payah," imbuhnya.

Keresahan langkanya bio solar ini, ucap Irwan, tidak hanya dirasakan Organda Kota Tasikmalaya tetapi juga dirasakan Organda se-Priangan Timur.

"Organda se-Priangan Timur mungkin kalau selama seminggu ke depan masih seperti ini kami akan lapor ke DPD dan DPP, kami juga akan melihat kalau misal Organda se-Priangan Timur perlu menggelar aksi maka akan menggelar aksi," tegasnya.

"Kota Tasikmalaya ada 5000-an angkutan apalagi kan Priangan Timur ini banyak PO Bus kemudian jasa angkutan lain di antaranya pastinya sangat bersinggungan masyarakat banyak," kata Irwan Nurkomara.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved