Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Ini Waktu Rentan Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Pakar Transportasi Sarankan Hal Ini

Bus Sinar Jaya dari arah Jakarta oleng dan menerobos masuk jalur berlawanan sebelum menghantam bus Arimbi.

Ini Waktu Rentan Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Pakar Transportasi Sarankan Hal Ini
ahmad imam baehaqi/tribun jabar
Suasana Rest Area KM 130 Tol Cipali yang masuk wilayah Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, belum lama ini. 

TRIBUNJABAR.ID - Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cipali, Kamis (14/11/2019) dini hari.

Bus Sinar Jaya dari arah Jakarta oleng dan menerobos masuk jalur berlawanan sebelum menghantam bus Arimbi.

Akibatnya, 7 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Sopir bus Sinar Jaya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut itu.

Pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Jabar, Ir R Sony Sulaksono Wibowo MT PhD berpendapat, seringnya kecelakan di jalur Tol Cipali menimbulkan kecelakaan fatal karena tol yang memiliki panjang 116,75 kilometer itu memiliki kondisi jalan yang lurus mendatar.

"Bahkan baru beberapa bulan setelah dibuka, sudah ada sekitar 30 kecelakaan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, kemarin.

"Kalau diamati secara baik‑baik, data dan pola terjadinya kecelakaan yang terlibat di sana rata‑rata kendaraan yang biasa melintasi rute dari Jakarta‑Cirebon atau arah sebaliknya dan didominasi pada waktu tengah malam menjelang pagi."

"Itu waktu‑waktu kondisi rentan pengendara karena saat itu biasanya mereka mengalami kelelahan dan mengantuk."

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, kata Sony, penambahan rest area menjadi hal yang harus secepatnya dilakukan di Tol Cipali

"Di Tol Cipali itu, jumlah rest area masih sangat kurang jika dibandingkan dengan panjang akses tol," ujar Sony.

"Akibatnya, pengemudi yang sudah merasa kelelahan kerap kebingungan untuk mencari tempat beristirahat sejenak, akhirnya memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, dan terjadilah kecelakaan."(*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved