Solar Langka di Ciamis, Puluhan Bus Terpaksa 'Dikandangkan'

Bila kondisi kelangkaan solar bersubsidi ini terus berlarut dan tidak ada solusinya bukan tak mungkin armada bus, kata Ekky, akan mogok operasi.

Solar Langka di Ciamis, Puluhan Bus Terpaksa 'Dikandangkan'
Tribun Jabar/Isep Heri
Suasana di SPBU yang berlokasi di Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/1/2019) Siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID. CIAMIS– Dalam seminggu ini awak bus, elf maupun truk, di Ciamis kesulitan untuk mendapatkan solar bersubsidi (bio solar).

Rata-rata setiap SPBU di Ciamis mengalami pengurangan jatah solar. Dampak luar biasa dirasakan oleh pengusaha bus di Ciamis seperti yang dialami PO Gapuraning Rahayu (GR).

Dari sekitar 200 armada bus PO “GR”, dalam seminggu ini, ada sekitar 70 bus yang terpaksa dikandangkan karena sulit mendapatkan solar bersubsidi untuk oprasional harian.

“Ada sekitar 70 sampai 80 bus yang tidak bisa jalan karena sulit mendapatkan solar (bersubsidi),” ujar Rd Ekky Bratakusumah, manajer pemasaran PO “GR” kepada Tribun Kamis (14/11/2019).

Untuk operasional harian tiap bus GR, kata Ekky, membutuhkan  270 liter solar/hari. Total bus sebanyak 200 bus.

Organda Garut Sebut Kelangkaan Solar Hanya di Priangan Timur, Ada Apa?

Sudah Sepekan Bio Solar Kosong di Garut, Pengusaha Angkutan Kecil Pun Mengeluh

Karena seminggu ini kesulitan solar, sebanyak 70 terpaksa dikandangkan sementara sampai kondisi pulih.

“Tidak tahu persis kenapa solar bersubsidi sulit diperoleh. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh pengelola bus tetapi juga elf dan truk. Ada apa sebenarnya yang terjadi, kami besok (hari ini, Jumat 15/11) diundang Hiswanamigas untuk pertemuan di Tasikmalaya,” katanya.

Bila kondisi kelangkaan solar bersubsidi ini terus berlarut dan tidak ada solusinya bukan tak mungkin armada bus, kata Ekky, akan mogok operasi.

Khawatirnya solar bersubsidi seharga Rp 5.150/lt  menghilang, berganti dengan dext yang harganya dua kali lipat.

“Jangankan naik, dengan harga BBM tidak naik saja, penumpang bus sudah sepi. Kondisi saat ini memang berat bagi kelangsungan usaha angkutan umum,” ujar Ekky yang juga Sekretaris DPC Organda Ciamis tersebut.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved