Ribut-ribut Kampung Kurma di Bogor, PT Kampung Kurma Masuk Daftar Investasi Bodong Sejak April 2019

PT Kampung Kurma menjadi sorotan setelah konsumen dari perusahaan yang menawarkan investasi tersebut menagih pengembalian dana. Ternyata tak berizin.

Ribut-ribut Kampung Kurma di Bogor, PT Kampung Kurma Masuk Daftar Investasi Bodong Sejak April 2019
ISTIMEWA
Otoritas Jasa Keuangan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Kampung Kurma saat ini menjadi sorotan setelah konsumen dari perusahaan yang menawarkan investasi tersebut menagih pengembalian dana karena perusahaan yang menawarkan lahan di Bogor, Jawa Barat ini tak kunjung mendapatkan hasil dari yang sudah dijanjikan.

Satuan Tugas Waspada Investasi sendiri pada bulan April 2019 sebenarnya telah menyatakan bahwa perusahaan tersebut masuk dalam daftar investasi tanpa izin atau ilegal.

Dikutip dari siaran pers OJK bulan April 2019 disebutkan, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi menemukan 144 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

Luhut Mengira Tak Jadi Menko Maritim dan Investasi, Rencana Angkat Koper, Ternyata Dapat Telepon

“Jumlah fintech lending ilegal yang beredar masih banyak. Kami mohon masyarakat tetap waspada dan berhati-hati sebelum memilih perusahaan fintech lending. Gunakan fintech lending yang sudah terdaftar di OJK sebanyak 106 perusahaan,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing.

Sampai dengan saat ini, jumlah Fintech Peer-To-Peer Lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 543 entitas sehingga secara total saat ini yang telah ditangani sebanyak 947 entitas sebagaimana terlampir.

Pada tanggal 24 April 2019, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 73 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Jenis kegiatan usaha yang dihentikan Satgas Waspada Investasi sebagai berikut:
- 64 Trading Forex tanpa izin;
- 5 Investasi uang tanpa izin;
- 2 Multi Level Marketing tanpa izin;
- 1 Investasi Perkebunan;
- 1 Investasi Cryptocurrency.

Sehingga, total kegiatan usaha yang diduga merupakan investasi ilegal dan dihentikan Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sejumlah 120 entitas.

PT Kampung Kurma termasuk dalam daftar nomor urut 72 di lampiran.

“Penawaran investasi ilegal juga masih banyak di masyarakat, dan ini sangat berbahaya bagi ekonomi masyarakat. Masyarakat diminta selalu berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” kata Tongam.

Nenek Enah Terjebak Saat Rumahnya Terbakar, Penjaga Masjid di Tasikmalaya Ini Ditemukan Tewas

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved