Revitalisasi Rumah Dinas Ridwan Kamil Habiskan Rp 4 Miliar, Termasuk Bangun Kolam Renang

Akhir tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan revitalisasi Gedung Sate dan Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gedung Pakuan,

Revitalisasi Rumah Dinas Ridwan Kamil Habiskan Rp 4 Miliar, Termasuk Bangun Kolam Renang
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Akhir tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan revitalisasi Gedung Sate dan Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gedung Pakuan, di Kota Bandung.

Pengerjaannya dilakukan mulai dari penataan taman, ruang terbuka, hingga pembangunan kolam renang sebagai sarana olah raga di rumah dinas Ridwan Kamil di Gedung Pakuan.

Kepala Biro Umum Setda Pemprov Jabar, Iip Hidayat, mengatakan bahwa revitalisasi Gedung Pakuan bersamaan dengan Gedung Sate yang juga tengah berjalan.

Anggaran untuk revitalisasi Gedung Pakuan saja mencapai Rp 4 miliar.

“Revitalisasi Gedung Pakuan sekitar Rp 4 miliar. Pengerjaannya lebih sedikit dibandingkan Gedung Sate,” kata Iip saat dihubungi, Kamis (14/11/2019).

Halaman Belakang Rumah Dinas Ridwan Kamil akan Direvitalisasi, Anggarkan Rp 4,6 Miliar

Iip mengatakan, penataan di Gedung Pakuan meliputi penataan taman di bagian belakang rumah dinas dan pembangunan kolam renang.

Kolam renang ini, katanya, merupakan fasilitas olah raga baru di Gedung Pakuan.

“Kami menyediakaan penataan taman karena Gedung Pakuan juga biasa didatangi masyarakat kalau ada pengajian atau jumatan. Kami buat tempat kebugaran juga, kolam renang berukuran kecil, tapi lumayan lah untuk menjaga kesehatan kebugaran Pak Gubernur,” katanya.

Selain taman, penataan kolam ikan yang telah ada sebelumnya juga masuk dalam paket pengerjaan revitalisasi Gedung Pakuan.

“Ada penataan kolam ikan juga. Pokoknya Rp 4 miliar untuk semuanya. Lokasinya di halaman belakang Gedung Pakuan, dekat lapangan tenis,” katanya.

Iip mengatakan, revitalisasi Gedung Pakuan ini ditargetkan rampung pada Desember 2019.

Kontraktor sudah menerapkan sistem bergilir siang dan malam untuk mengebut pengerjaan di musim hujan.

“Targetnya Desember juga, pokoknya yang dikerjakan ini ketat waktunya karena tidak ada waktu lagi. Karena itu mereka sudah siap menggunakan sistem kerja shift, tak mengandalkan kalender,” ujar Iip.

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Diduga Terpapar Radikalisme dari Istri yang Komunikasi dengan Napiter

Atap Stadion SPOrT Jabar Dihantam Angin Kencang, Ridwan Kamil Bilang Begini

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved