Polres Ciamis Tutup Lokasi penambangan Liar di Kalipucang, 3 Orang Diamankan

Polres Ciamis menutup tiga lokasi penambangan batu kapur yang diduga tidak berizin di Dusun Sindangsari, Kecamatan Kalipucan

Polres Ciamis Tutup Lokasi penambangan Liar di Kalipucang, 3 Orang Diamankan
Tribun Jabar/Andri M Dani
Jajaran Polres Ciamis menutup tiga lokasi penambangan batu kapur yang diduga tidak berizin di Dusun Sindangsari, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Rabu (13/11/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Jajaran Polres Ciamis menutup tiga lokasi penambangan batu kapur yang diduga tidak berizin di Dusun Sindangsari, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Rabu (13/11/2019) sore.

Polisi mengamankan tiga pelaku penambangan liar masing-masing UCS (32) dan AS (35) warga Dusun/Desa Banjarharja Kalipucang Pangandaran dan ANS (36) warga Dusun Cangkring Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari Ciamis.

Polisi juga diamankan lima unit alat berat (escavaktor) dari berbagai merek, serta satu dumbtruk dan dua buku catatan.

“Ke-5 alat berat berupa escavator tersebut sekarang masih di lokasi kejadian dan dipasangi garis polisi (police line),”  ujar Wakapolres Ciamis Kompol Lalu Wira Sutriana didampingi Kasatreskrim AKP Risqi Akbar dan Kasubag Humas Polres Ciamis Iptu Hj IIs Yeni Idaningsih kepada Tribun Kamis (14/11/2019).

Akitivitas penambangan batu kapur yang dilakukan tiga pelaku di Dusun Sindangsari tersebut sudah berlangsung sejak setahun lalu namun penambangannya tergantung pesanan.

Pengelola Penambangan Tanah Merah di Nagreg Diseret ke Pengadilan, Didakwa Menambang Tanpa Izin

DLH KBB Minta Reklamasi Semua Bekas Galian C di KBB Jika Penambangan Selesai

Memasuki bulan November ini, kegiatan penambangan batu kapur di tiga lokasi tersebut meningkat tajam dan ditandai masuknya lima alat berat (escavator). Kini ke-lima alat berat tersebut sudah diamankan.

“Penambangan batu kapur tersebut sudah dihentikan dan sudah dipasang police line. Kami juga mendalami keberadaan 5 alat berat yang digunakan menambang batu kapur di Sindangsari tersebut,” katanya.

Selain tidak mengantongi izin seperti yang diharuskan UU No 4 tahun 2009 (tentang Minerba) seperti harus memiliki IUP, IUPK, dan IPR.

Keberadaan penambangan batu kapur itu, menurut Lalu Wira Sutriana, mengancam lingkungan. “Terlebih sekarang hujan sudah mulai turun. Khawatir akan memicu ancaman longsor dan banjir,” ujar KOmpol Lalu Wira Sutriana.

Ke-3 pelaku masing-masing AS, US dan ANs terancam hukuman 10 tahun penjara seperti yang diatur ketentuan pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan pertambangan (minerba).

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved