Ini Sejarah Mesin Mekanik Perawatan Jalan Rel VDM 800 GS yang Dijadikan Monumen di Cirebon

PT KAI Daop 3 Cirebon meresmikan monumen mesin mekanik perawatan jalan Vehicle Dumping Machine (VDM) 800 GS.

tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Monumen mesin mekanik perawatan jalan VDM 800 GS di kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon meresmikan monumen mesin mekanik perawatan jalan Vehicle Dumping Machine (VDM) 800 GS.

Monumen tersebut berada di kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, persis di sebelah Balai Kota Cirebon.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, pembangunan monumen itu dilatarbelakangi sebagai wujud apresiasi dan mengenang beroperasinya VDM 800 GS di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia.

"Ini sangat spesial karena merupakan monumen mesin perawatan jalan rel pertama yang ada di Indonesia," kata Luqman Arif kepada Tribun Jabar, Kamis (14/11/2019).

Ia mengatakan, VDM 800 GS merupakan mesin perawatan jalan rel buatan Austria.

Cor Jalan Menuju Tol Soroja Hingga Akhir Tahun, Jalur Pun Jadi Macet dan Polisi Minta Warga Bersabar

Mesin itu pernah dioperasikan di Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiiun, Divre I Sumatera Utara dan Divre III Palembang.

Sebanyak sembilan unit mesin mekanik VDM 800 S didatangkan ke Indonesia pada 1988.

VDM merupakan mesin mekanik berat untuk perawatan jalan rel yang dilengkapi alat pemadat dan vibrator untuk memadatkan batu kerikil di antara bantalan jalur rel kereta api.

Hingga saat ini, hanya tersisa satu mesin VDM 800 GS yang masih
beroperasi, yakni di wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun.

"Mesin Perawatan Jalan Rel VDM 800 GS yang kini digunakan sebagai monumen, telah beroperasi kurang lebih selama 22 tahun," ujar Luqman Arif.

Namun, mesin itu tidak digunakan lagi sejak 2010 dan hanya disimpan di emplasemen Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan.

Ibu Kos Sempat Dipeluk Wanita yang Disergap Densus 88, Doakan Saya Bu, Saya Dibilang Teroris

Karenanya, Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, berinisiatif untuk menjadikannya monumen.

Pihaknya berharap keberadaan monumen tersebut dapat menjadi sarana edukasi dan pembelajaran terkait perkeretaapian.

"Semoga bisa menambah daya tarik pariwisata Kota Cirebon seiring dengan pembenahan dan penataan kota yang dilakukan Pemkot Cirebon," kata Luqman Arif.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved