Breaking News:

Warga Miskin Kota Bandung Masih 79 Ribu KK, Butuh Sentuhan Porgam Pemerintah Agar Berdaya

Di Kota Bandung saat ini tercatat 79 ribu kepala keluarga sangat miskin dan miskin yang butuh penanganan pemerintah.

Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNJABAR, BANDUNG - Di Kota Bandung saat ini tercatat 79 ribu kepala keluarga sangat miskin dan miskin yang butuh penanganan pemerintah.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan angka kemiskinan tahun 2023 sebesar 3,14 persen yang saat ini masih di angka 3,57 persen.

" Saat ini, jumlah warga miskin dan sangat miskin di Kota Bandung sebanyak 79.000 Kepala Keluarga atau 400.000 jiwa," ujar Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana usai membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah Kota Bandung Tahun 2019 di Hotel Papandayan Jalan Gatot Subroto, Rabu (13/11/2019).

Yana minta untuk menurunkan angka kemiskinani maka semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unsur kewilayah agar memetakan program penanggulangan kemiskinan di Kota Bandung lebih tepat sasaran.

Jubir Presiden Jokowi Tanggapi Isu Ahok Jadi Direksi BUMN, Sebut Harus Penuhi Syarat Ini

"Dari pemetaan bisa terlihat daerah dan problemnya. Solusi diberikan sesuai dengan kebutuhannya," ujar Yana.

Menurut Yana, hadirnya Program Inovasi Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) bisa mengentaskan kemiskinan.

Dana Kelurahan (bantuan pemerintah pusat) dan Kotaku menjadi daya dukung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Agar tepat sasaran, Yana meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar untuk menyelaraskan program yang sesuai sehingga terintegrasi dengan benar.

"Bappenas dan Bappeda mempunyai program apa saja? Nanti akan dibagi program-programnya supaya treatmentnya kena. Meskipun anggaran terbatas, tetapi bisa terintergrasi, maka terpenting itu tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jabar Firman Firdaus mengatakan, angka kemiskinan Kota Bandung nomor dua terendah di Jabar karena no satu Depok. Sedangkan warga yang paling banyak warga miskinnya Kota Tasikmalaya.,
Untuk mengatasi warga miskin Pemprov Jabar telah meluncurkan berbagai program selain bantuan dana juga menggratiskan biaya sekolah SMA dan SMK.

Kasus Anak Bupati Majalengka Tembak Kontraktor, Polisi Sudah Periksa 9 Orang

"Pemkot dan Pemkab di Jabar harus memiliki program untuk mengentaskan kemiskinan, program yang efektif mengurangi pengeluaran warga menambah pendapatan nya," ujar Firman.

Program mengurangi pengeluaran misalnya gratis bus antar jemput karyawan.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan penanganan kemiskinan bisa di tiap kelurahan ditempatkan petugas.

"Dana penanganan kemiskinan tersebar di beberapa dinas cukup besar mencapai Rp 1 triliun" ujar Tono.

Tono berharap untuk mengatasi warga miskin harus kompak koordinasi dan kolaborasi semua pihak.
Menurut Tono, ada tiga kecamatan yang warga miskinya cukup banyak yaitu Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler dan Bandung Kidul. (tiah sm)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved