Retakan Tanah di Ciamis Terus Meluas, Sudah 380 Rumah Terdampak, Ikan-ikan Masuk ke Perut Bumi

Menjelang pertengahan bulan November ini, pergerakan tanah di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, terus meluas.

Retakan Tanah di Ciamis Terus Meluas, Sudah 380 Rumah Terdampak, Ikan-ikan Masuk ke Perut Bumi
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Jalan raya retak akibat pergerakan tanah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Menjelang pertengahan bulan November ini, pergerakan tanah di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, terus meluas.

Tak hanya di Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak, pergerakan tanah juga muncul di Desa Kaso, Desa Karangpaninggal, serta Desa Sukasari.

“Di 4 desa tersebut sampai hari ini sudah ada 371 rumah terdampak yang sudah di-asessment. Termasuk dua SD, 1 musala, 1 masjid dan 1 posyandu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Drs HM Soekiman kepada Tribun pada Rabu (13/11/2019).

Fenomena pergerakan tanah di penghujung musim kemarau juga menimpa Desa Patakaharja Kecamatan Rancah.

Setidaknya, ada 9 rumah di desa sisi Sungai Cijolang (perbatasan Jabar-Jateng) yang terdampak pergerakan tanah.

Masing-masing 7 rumah di Dusun Langensari RT 11/04, serta Dusun Bantar Dendeng dan Dusun Cimulya masing-masing satu rumah.

Murid-murid SD Kadupandak 2 Ciamis Belajar di Tenda Menyusul Pergerakan Tanah di Dusun Sukamandi

Rumah yang Rusak karena Pergerakan Tanah di Ciamis Bertambah, Satu Keluarga Memilih Mengungsi

Rumah warga dalam waktu tiga hari terakhir di tiga dusun tersebut mengalami retak-retak bagian dinding dan bagian lantai. “Tim Satga BPBD sudah melakukan pengecekan ke lokasi kemarin (Selasa, 12/11/2019),” katanya.

Sementara di Dusun Singkup Desa Jayagiri Kecamatan Panumbangan, Rabu (13/11/2019), ada kolam warga yang tiba-tiba rengkah memanjang, air beserta ikannya masuk ke dalam perut bumi.

Khusus kejadian gerakan tanah yang parah menimpa Dusun Sukamandi Desa Kadupandak Tambaksari, ucap Soekiman, sudah didatangi oleh tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan penilitian.

"Hasil penelitian diperkirakan baru seminggu kedepan,” ujar HM  Soekiman.

Dengan mulai meningkatnya intensitas hujan yang turun di Kabupaten Ciamis, kata Soekiman, pihaknya sudah meminta warga sekitar lokasi gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hujan cukup lebat yang mengguyur wilayah Ciamis kota pada Rabu (13/11/2019) sore, sempat membuat selokan di sekitar komplek IC Perkantoran Kertasari meluap, membuat sampah berserakan hanyut ke jalan-jalan bercampur air kotor. 
 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved