Breaking News:

Pengemudi Ojol di Indramayu Geram, Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Hanya Ngaku-ngaku Pengemudi Ojol

Para pengemudi ojek online (Ojol) khususnya grab bike di Kabupaten Indramayu geram dengan adanya peristiwa

tribunjabar/Handhika Rahman
Para pengmudi ojol Grab Bike saat berkumpil di kawasan Jalan RA Kartini Indramayu, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Para pengemudi ojek online (Ojol) khususnya grab bike di Kabupaten Indramayu geram dengan adanya peristiwa pengeboman dugaan bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Seorang pengemudi grab bike, Irfan (24) mengatakan, pelaku bom bunuh diri itu hanya merusak nama baik para pengemudi ojol di seluruh daerah.

"Orang konyol itu sih, ora duwe otak (tidak punya otak)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di tempat kumpul grab bike di kawasan Jalan RA Kartini Indramayu, Rabu (13/11/2019).

Ia juga mempertanyakan alasan pelaku bom bunuh diri yang membawa tas besar bisa lolos dari pengawasan polisi saat masuk ke Mapolrestabes Medan.

"Ini kan tanda tanya kok bisa lepas pengawasan, jangan sampai itu cuma ngaku-ngaku ojol saja," ujar dia.

Hal senada juga disampaikan pengemudi Grab Bike lainnya, Amirudin. Ia berpendapat pelaku bunuh diri itu hanya mengatasnamakan ojol untuk merusak nama baik ojol di masyarakat.

Kiprah Olivia Pardede Tak Main-main, Juarai Kompetisi Internasional, Mengapa Ikut Indonesian Idol?

Terlebih atribut yang pelaku gunakan, yakni atribut ojol Grab. Hal ini akan berimbas kepada para driver Grab yang ada di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu.

"Tapi menurut saya gak mungkin itu driver ojol, driver ojol tidak seperti itu, dia hanya mengatasnamakan ojol saja," ucapnya.

Amirudin berharap, kejadian ini tidak berimbas panjang pada driver-driver ojol di seluruh daerah.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved