Minggu, 3 Mei 2026

Ledakan di Mapolrestabes Medan

Dampak Bom di Medan, Driver Ojol di Bandung Resah, Kini Ragu Terima Orderan dari Markas Polisi

Dampak bom di Medan. Driver ojol di Bandung resah. Ragu terima orderan dari markas polisi. "Takut ribet"

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Seorang driver ojol hendak mengantarkan pesanan makanan ke anggota polisi di Mapolres Indramayu. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Adanya aksi teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019), markas polisi di beberapa daerah lain langsung memperketat pengamanannya.

Pelaku bom bunuh diri tersebut, diduga menggunakan atribut ojek online (ojol).

Imbasnya tidak hanya bagi ojol yang ada di Medan, bahkan di Indramayu, seorang driver Ojol, tidak diperkenankan masuk mengantar pesanan ke Mapolres Indramayu.

Di Mapolrestabes Bandung hal tersebut belum diterapkan, tapi pengamanan sudah diperketat.

Menurut Wakil Ketua Relawan Bandung yang Mewadahi Komunitas Driver Ojol, Iman Firdaus, di lapangan pelarangan masuk mengantar pesanan ke Mapolrestabes Bandung belum diberlakukan.

"Tapi isu-isu seperti itu sudah ada," ujar Iman, saat dihubung Tribun Jabar Rabu (13/11/2019).

Hal tersebut, kata Iman, menjadi itu keresahan bagi para driver ojol.

Jika ada orderan apakah mau diterima atau tidak.

Jika diterima takutnya jadi ribet.

"Jadinya timbul keresahan di kalangan driver Ojol," ujar Iman.

Imbas Bom di Medan, Driver Ojol yang Hendak Antar Makanan Tak Bisa Masuk Mapolres Indramayu

Pelaku Nyelonong Masuk saat Diperiksa di Pos Penjagaan, Pakai Jaket Ojek Online, Paku Berserakan

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved