Kembali Terjadi Penipuan Berkedok Biro Perjalanan Umrah, Korban Diminta Setor Rp 21 Juta

Penipuan berkedok biro perjalanan umrah diungkap Tim Garuda Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Penipuan Umrah di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Selasa (12/11/2019) 

Tersangka kemudian diamankan di Kabupaten Sopeng, Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu, 30 Oktober 2019.

Atas perbuatannya, A disangkakan melanggar Pasal 122 Jo Pasal 115 Undang-undang Nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

"Ancaman hukuman penjara enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 6 miliar," pungkas dia. 

Kelurahan Caringin Kota Bandung Berangkatkan Anggota Gober Ibadah Umrah

Korban diminta setor Rp 21 juta

Sebanyak 45 orang calon jamaah umrah gagal berangkat setelah luntang-lantung selama lebih dari seminggu di sebuah hotel dekat Bandara Soekarno Hatta.

"Diinapkan empat hari, dan tidak diberangkatkan. Setelah itu diperpanjang menginap selama empat hari, dan akhirnya tidak umrah," ujar Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian saat menggelar konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Selasa (12/11/2019).

Dari pengakuan tersangka yang berinisial A alias Y, setiap calon jemaah yang kena tipu dimintai uang sebesar Rp 21 juta oleh biro perjalanan umrah PT Duta Adhikarya Bersama.

Kepolisian saat ini masih melacak keberadaan uang yang jika dikalkulasikan totalnya mencapai Rp 945 juta tersebut.

"Masih kami lakukan pengembangan," kata dia.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim menambahkan, tindakan hukum yang diambil pemerintah bukan merupakan tindakan represif melainkan untuk memberikan efek jera terhadap oknum perjalanan umrah yang berniat untuk menipu calon jamaah.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved