Modus Baru Kasus Maling Mobil plus Pemalsuan STNK, Dua Pegawai Pengadilan Jadi Pelaku Kunci

Sebelas tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

Modus Baru Kasus Maling Mobil plus Pemalsuan STNK, Dua Pegawai Pengadilan Jadi Pelaku Kunci
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Barang bukti mobil yang didapatkan Polda Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebelas tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Samudi mengatakan, dari 11 tersangka tersebut, enam orang berperan sebagai pelaku pencurian kendaraan, tiga tersangka sebagai pemalsu STNK dan dua orang diketahui merupakan oknum pegawai Pengadilan yang tugasnya memalsukan surat penitipan dan perawatan barang bukti.

"Tersangka oknum pengadilan, modus tersebut diketahui saat penyelidikan. Ketua Pengadilan tidak mengetahui, jajaran pimpinan Pengadilan juga tidak mengetahui, karena ini oknum yang bermain. Setelah ponselnya kami cek, ternyata banyak orderan untuk pembuatan surat barang titipan. Suratnya asli, tapi tidak tercatat pada register barang titipan pengadilan," kata Kombes Pol Samudi (11/11/2019).

Kombes Pol Samudi menambahkan, jika ada razia dari Kepolisian, tersangka hanya menunjukkan surat dari pengadilan tersebut seolah-olah kendaraan yang digunakan dalam proses peradilan. Sebanyak 12 unit kendaraan yang disita.

Ridwan Kamil Minta Perdagangan Internasional Disertai Dialog yang Baik Agar Tidak Salah Sangka

Modus tersebut disebutkan Samudi merupakan modus perdana yang dilakukan. Menggunakan surat pengadilan yang asli namun tidak terdaftar di administrasi, padahal kendaraan tersebut merupakan hasil kejahatan. Pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus.

Modus baru tersebut terungkap setelah Polisi menangkap enam tersangka pencuri mobil. Dari tersangka tersebut ditemukan ada yang memiliki STNK dan setelah diselidiki ternyata STNK-nya palsu. Akhirnya, dikembangkan lagi dan meringkus pelaku yang bertugas memalsukan STNK

Dari kasus yang saling berkaitan tersebut, seluruh tersangka dijerat pasal yang berbeda. Pelaku pencurian disangkakan pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun hingga sembilan tahun penjara.

Tiga tersangka pemalsuan STNK dan dua oknum pegawai pengadilan pelaku pemalsuan surat titipan barang bukti, disangkakan Pasal 263 KUH Pidana dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Meski Suami Tak Setuju, Istri Bupati Bandung Tetap Ambil Formulir Pendaftaran Balon Bupati Bandung

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi menambahkan, dari 11 tersangka tersebut, Polisi juga menyita 42 kendaraan roda empat, 100 lembar STNK asli bahan untuk membuat STNK palsu, satu lembar STNK bernomor Polisi D 1224 ZN yang diperuntukkan terhadap satu unit kendaraan merk Daihatsu Xenia warna silver metalik tahun 2015.

"Selain itu, turut disita 20 lembar ompang atau surat penitipan perawatan barang bukti, satu printer, satu karton amplas, satu unit amplop, pensil warna, dudukan lampu, satu set komputer, satu unit flasdisk, satu kunci T, lima buah mata Astag, dan satu gagang astag," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Senin (11/11/2019).

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved