Breaking News:

World Zakat Forum 2019 Lahirkan 7 Resolusi, Perhatikan Peran Teknologi Digital

Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat,

tribunjabar/siti fatimah
Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat, resmi berakhir.

Sebanyak 300 peserta konferensi dari 28 negara sepakat merumuskan 7 resolusi dari tema yang diangkat “Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology”.

Sekretaris Jenderal WZF, Prof Bambang Sudibyo, mengatakan, 7 resolusi ini menyeru untuk mengembangkan zakat global dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang ada saat ini.

Menurut Bambang Sudibyo, komitmen zakat harus memberi perhatian tidak hanya pada bagaimana zakat dikumpulkan dan didistribusikan sebagaimana mestinya, tetapi juga bagaimana zakat dikelola secara profesional, efektif, efisien dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang bergerak cepat.

“Gerakan zakat global harus memperhatikan peran teknologi digital dalam pengelolaan zakat karena dunia muslim sangat luas, dari Afrika hingga Asia Tenggara yang mencakup enam benua" katanya di hari terakhir pelaksanaan WZF Conference 2019, Kamis (7/11/2019) malam.

Total Tunggakan BPJS Kesehatan ke Tiga RSUD di Kabupaten Bandung Mencapai Rp 65 Miliar

Bambang Sudibyo menambahkan WZF sebagai platform gerakan zakat internasional, memiliki peran untuk sinergi para pemangku kepentingan zakat global dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kemiskinan.

“Konferensi ini juga menandai meningkatnya peran zakat untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan global dan mengusulkan standar secara khusus untuk mengukur dampak zakat terhadap kesejahteraan mustahik (penerima manfaat zakat),” katanya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama Dompet Dhuafa Tekno, Iskandar Syamsi mengatakan, pihaknya yang konsen dalam pemberdayaan kaum dhuafa turut mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah siapa saja yang ingin beramal bahkan dengan nominal kecil.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat, kita juga harus menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi ini. Selain mengikuti perkembangab digital, pemanfaatan teknologi ini juga memberikan kemudahan baik kepada donatur maupun penerima manfaat.

"Perkembangan teknologi saat ini mendorong Dompet Dhuafa menciptkan suatu platform digital yang lebih terintegrasi," katanya.

Baca Doa Ini Saat Hujan Turun & Ketika Banjir Bandang, Dibaca Rasulullah agar Hujan Membawa Manfaat

Platform digital guna mempermudah masyarakat untuk beramal ini diberi nama MUMU. Menurut Iskandar, aplikasi MUMU mempermudah donatur yang ingin menyalurkan dana zakat, infaq, maupun sedekah. Donatur bahkan bisa beramal meski dengan nominal kecil.

Untuk semakin mempermudah masyarakat dalam beramal, pihaknya menggandeng payment gateway, Finnet. Karena itulah, pihaknya juga membuka kerjasama dengan siapa saja untuk bersama-sama memudahkan penyaluran dana amal tersebut semakin fleksibel.

Guntur Subagja, Chief Communication Officer Dompet Dhuafa mengatakan, penggunaan internet saat ini 16, 3% nya untuk mencari program filantropi atau charity . Dari jumlah tersebut, kebanyakan dari kalangan milenial. Pihaknya, berharap adanya MUMU dapat meningkatkan jumlah donatur agar makin banyak pula penerima manfaat yang bisa dibantu.

Menurutnya, dengan adanya MUMU akan makin mudah pula dalam pendistribusian ke daerah-daerah termasuk kepada orang-orang yang tidak bisa ke bank. "Karena bisa dicairkan disarana laku pandai, di kantor pos, dan tempat lain yang sudah bekerjasama dalam pelayanan seperti ini," katanya

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved