Soal Pembengkakan Tarif Pemasangan Baru Pipa PDAM, Sonny Salimi: Petugas Tak Mungkin Macam-macam

Sonny Salimi berharap masyarakat dapat segera melaporkan oknum tersebut ke PDAM Tirtawening untuk ditindak.

Tribun Jabar
Ilustrasi Menagih Janji Pelayanan PDAM 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi, mengatakan, meski bertemakan hibah bersubsidi, bukan berarti program MBR ini semata-mata gratis.

Subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat Rp 3 juta per sambungan langsung (SL) belum dapat menutupi seluruh kebutuhan pemasangan jaringan PDAM.

Karena itu, ketika melakukan pemasangan sambungan baru, petugas tidak hanya memasang pipa dinas ke meteran air milik pelanggan tapi juga terkadang harus memasang pipa jaringan distribusi baru, yang belum terkaver oleh pembiayaan subsidi program MBR dari pemerintah pusat.

"Karena faktor teknis itulah kami lakukan sharing pembiayaan dengan masyarakat, dengan nilai yang sebetulnya relatif terjangkau dibandingkan dengan manfaat besar yang akan diterima oleh pelanggan selamanya, yaitu Rp 250 ribu per SL," ujar Sonny Salimi saat di temui di Kantor PDAM Tirtawening, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, belum lama ini.

Di luar itu, sebagai bentuk keseriusan masyarakat mengikuti program ini, kami juga kenakan biaya di muka untuk biaya langganan selama dua bulan ke depan sehingga masyarakat total dikenai biaya sebesar Rp 480 ribu secara flat ke setiap calon penerima manfaat," kata  Sonny Salimi.

Jika terdapat perbedaan selisih besaran yang diminta dari biaya pemasangan yang sudah ditentukan, kata Sonny Salimi hal itu pasti ulah oknum petugas.

Dirut PDAM Tirtawening, Sonny Salimi
Dirut PDAM Tirtawening, Sonny Salimi (Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik)

Ia berharap masyarakat dapat segera melaporkan oknum tersebut ke PDAM Tirtawening untuk ditindak.

Tarif Membengkak 2 Kali Lipat, Program Subsidi Pemasangan Baru Sambungan PDAM di Kota Bandung

Air PDAM di Kota Bandung Bakal Digilir, Begini Persiapan Warga untuk Mengantisipasinya

"Setiap petugas resmi kami bekali identitas dan kuitansi resmi dari PDAM sehingga tidak mungkin macam-macam. Kalaupun ada yang macam-macam, berarti itu oknum. Tinggal dilaporkan saja kepada kami dengan menyertakan bukti-bukti. Potret oknum petugas tersebut beserta ID card yang dibawanya," ujar Sonny Salimi.

Selain itu, kata Sonny Salimi, bila masyarakat masih merasa keberatan dengan ketentuan besaran nominal tersebut yang harus dibayarkan sekaligus pada hari pemasangan, pihaknya menyediakan program cicilan selama satu tahun untuk melunasi biaya itu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membandingkan terhadap besaran yang dibebankan dengan manfaat besar yang akan diperoleh selamanya.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved