Breaking News:

Tangkap Tiga Pelaku, BNN KBB Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Lapas

BNN KBB mengungkap peredaran narkotika jaringan lapas. Menangkap tiga pelaku.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
BNN KBB saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkotika jaringan lapas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkap peredaran narkotika jaringan lapas dengan mengamankan tiga orang pelaku yang berbeda jaringan.

Pertama, BNN KBB mengamankan pelaku berinisial UR alias UU (33) dan AS alias Adul (39), yang berperan sebagai pengatur keuangan serta kurir di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, KBB pada 17 Oktober 2019.

Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana, mengatakan, saat dilakukan penggeledahan pada saku celana kedua pelaku tersebut ditemukan dua paket sabu, kemudian dilakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

"Kemudian pelaku dibawa ke kantor BNN KBB, dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku mendapatkan narkotika golongan 1 jenis sabu dan ganja dari hasil memesan dan membeli dari pengendali di lapas," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (7/11/2019).

Sam menambahkan, pelaku UR ini perannya sebagai pengatur keuangan saat melakukan transaksi, sedangkan AS sebagai kurir dan penjualnya.

Total barang bukti yang diamankan dari kedua pelaku 5 paket sabu seberat 1,25 gram, dan ganja 10,67 gram.

"Jadi untuk pelaku UR perannya transfer pakai rekening dia saat melakukan transaksi, kalau AS sebagi kurir dengan cara sistem tempel," katanya.

Pelaku lainnya, AR alias ADI, diamankan di halaman toko modern di daerah Padalarang dan dari tangan pelaku diamankan satu paket sabu seberat 10,11 gram.

Ia mengatakan, AR sendiri baru keluar dari tahanan tiga bulan lalu, tapi kembali menjadi kurir dan pengedar narkoba.

Tersangka AR ini tidak berkaitan dengan yang pertama.

"Tapi mereka sama-sama dapat barang dari pengedar di jaringan lapas dan diedarkan para pelaku kebanyakan ke wilayah Parongpong dan sekitar Kota Bandung. Sistem edarnya sama, ditempel," kata Sam.

Selain sistem tempel, kata dia, pola pengiriman barang haram tersebut pelaku ini memanfaatkan ojek online dan kebanyakan peminat barangnya sudah paham cara pengambilannya.

Sam mengatakan, untuk pemesanan barang haram dari pengedar di dalam lapas ini dilakukan dengan transaksi menggunakan ponsel dan transfer, tanpa pernah bertatap muka langsung.

"Tapi kami belum bisa sebutkan lapas mana, karena sedang dalam proses pengembangan," ucapnya.

Operasi Penangkapan Pengedar Narkoba, Polres Purwakarta Sita 3,5 Kilogram Ganja dan 100 Gram Sabu

Tengok Rumah Bandar Narkoba Ini, Banyak Hal Tak Lazim di Dalamnya, Bikin Bergidik Melihatnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved