Terungkap Ternyata Ini Cara Kakak Rawat Adik yang Derita Gizi Buruk dan Ditelantarkan Ibu Kandungnya

Raju Winata (16), seorang remaja tanggung di Kabupaten Indramayu mengasuh kedua adiknya yang menderita gizi buruk selama bertahun-tahun seorang diri.

tribunjabar/Handhika Rahman
Refi, 14 tahun (paling kiri) dan Pian, 7 tahun (paling kanan) saat diasuh kakak kedua mereka, Raju Winata (16) di kediamannya di Blok Cilet RT 01/08 Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (4/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Raju Winata (16), seorang remaja tanggung di Kabupaten Indramayu mengasuh kedua adiknya yang menderita gizi buruk selama bertahun-tahun seorang diri.

Kedua adiknya yang menderita gizi buruk itu bernama Refi Irawan (14) dan Muhammad Septian (7).

Adapun kondisi salah satu adiknya, yakni Refi memiliki kebutuhan khusus, kedua kakinya lumpuh sejak ia dilahirkan.

Tetangga mereka, Karmila (36) mengatakan, sangat terharu melihat keluarga kakak beradik itu.

Dinsos Indramayu Berharap Tak Ada Lagi Anak yang Harus Mengalami Penderitaan Seperti Refi dan Pian

Senangnya Pian dan Refi Saat Berbaur dan Bermain Bersama Anak di Panti Sosial

Mereka tinggal di sebuah rumah gubuk berukuran sekitar 3x6 meter yang lebih mirip seperti gudang di Blok Cilet Rt 01/08 Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

"Raju ini anak kedua, ada lagi kakaknya namanya Nur Wenda (23). Orangtua mereka sudah tidak ada ayahnya sudah meninggal, ibunya pergi dengan laki-laki lain," ucap dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (6/11/2019).

Foto bersama petugas Dinas Sosial Kabupaten Indramayu dengan pengurus panti di Panti Sosial Rehabilitasi Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK) di Desa Pagaden, Kecamatan/Kabupaten Subang, Rabu (6/11/2019).
Foto bersama petugas Dinas Sosial Kabupaten Indramayu dengan pengurus panti di Panti Sosial Rehabilitasi Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK) di Desa Pagaden, Kecamatan/Kabupaten Subang, Rabu (6/11/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Dirinya mengisahkan, keluarga mereka serba kekurangan. Nur Wenda yang kini menjadi tulang punggung keluarga hanya bekerja di sebuah show room motor.

Ia harus mencukupi kebutuhan hidup dirinya beserta ketiga adiknya dengan penghasilan sebesar Rp 900 ribu per bulan.

Sementara yang mengurus Refi dan Pian adalah anak kedua, yakni Raju Winata.

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved