Ganti Karpet dan Plafon, Renovasi Ruang Paripurna DPRD Kota Bandung Dianggarkan Sekitar Rp 2 Miliar

Proyek renovasi ruang rapat paripurna DPRD Kota Bandung dianggarkan senilai Rp 2 miliar yang dialokasikan dalam APBD tahun 2019.

Ganti Karpet dan Plafon, Renovasi Ruang Paripurna DPRD Kota Bandung Dianggarkan Sekitar Rp 2 Miliar
Tribun Jabar/Tiah SM
Ruang rapat paripurna DPRD Kota Bandung yang tengah direnovasi dengan anggaran senilai Rp 2 miliar yang dialokasikan dalam APBD tahun 2019, Selasa (6/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Proyek renovasi ruang rapat paripurna DPRD Kota Bandung dianggarkan senilai Rp 2 miliar yang  dialokasikan dalam APBD tahun 2019.

Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan mengatakan kondisi ruang paripurna sudah tidak nyaman terutama di musim hujan karena banyak bocor.

"Ruang paripurna berada di lantai tiga, jika bocor otomatis merembes ke lantai dua, ruang pribadi anggota DPRD," ujar Teddy di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (6/11/2019).

Komisi C DPRD Kota Bandung Sebut Kawasan Kumuh Rawan Bencana di Musim Penghujan

Menurut Teddy, kondisi bocor tidak hanya di ruang Paripurna, ruang lainnya pun seperti ruang fraksi, ruang komisi, sampai ruang Ketua DPRD.

"Ruangan saya sampai ada enam ember harus nampung bocor," ujar Teddy.

Sementara itu, perbaikan ruang paripurna diperbaiki Sekretariat Dewan (Sekwan) dengan pagu anggaran Rp 2 miliar.

Neti Supriyati Klaim Minat Baca Masyarakat Kota Bandung Cukup Tinggi

Sekretaris DPRD Kota Bandung Salman Fauzi melalui Kepala Bagian (Kabag Umum) Jaja Nurjaman mengatakan, pengajuan renovasi ruang paripurna sejak tahun 2016, baru direalisasikan tahun 2019.

Menurut Jaja, kondisi ruang sidang paripurna DPRD Kota Bandung mulai bocor pada tahun 2016 ketika ada angin puting beliung.

"Puting beliung tidak hanya merusak atap tapi plafon dan karpet rusak karena air hujan tumpah membanjiri seluruh ruang Paripurna," ujar Jaja.

DPU Kota Bandung Bentuk Tim Siaga Banjir, Pantau Potensi Terjadinya Banjir

Jaja mengatakan, proyek renovasi itu dilakukan melalui lelang dan pemenang tender memasang harga Rp 1,7 miliar sehingga ada efisiensi Rp 300 juta.

Renovasi meliputi, mengganti karpet yang semula karpet merah diganti dengan parkit agar tidak bau jika basah.

Renovasi lainnya, mengganti desain interior di belakang kursi pimpinan dan beberapa design interior lainnya.

"Renovasi dimulai pada Oktober hingga Desember dan yang mendesain interior Pak Ridwan Kamil," ujar Jaja.

Jaja, juga ingin mengganti seluruh kursi di ruang paripurna karena sudah banyak yang rusak sehingga tidak nyaman saat diduduki. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved