Buang Limbah Cair ke Sawah, Bos Pabrik Tekstil di Kabupaten Bandung ini Terancam 3 Tahun Penjara

Taek Hoon Kwon, Direktur Operasional PT Yoosung Indonesia, pabrik tekstil di Desa Srirahayu, Kecamatan Cikancung

Buang Limbah Cair ke Sawah, Bos Pabrik Tekstil di Kabupaten Bandung ini Terancam 3 Tahun Penjara
Tribun Jabar/ Isep Heri
ilustrasi sawah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Taek Hoon Kwon, Direktur Operasional PT Yoosung Indonesia, pabrik tekstil di Desa Srirahayu, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung terancam pidana denda Rp 3 miliar dan pidana penjara 3 tahun karena membuang limbah cair yang terbukti melebihi baku mutu.

Hal itu tertuang dalam dakwaan jaksa penuntut umum Kejari Bale Bandung, Agus Rahmat yang sudah dibacakan pada persidangan yang terbuka dan dibuka untuk umum di Pengadilan Negeri Bale Bandung pada 22 Oktober 2019.

Taek Hoon Kwon didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 100 juncto Pasal 116 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Pasal 100 mengatur ancaman perbuatan membuang limbah cair ke media lingkungan‎ namun telah diberi sanksi administrasi.

"Sidang dakwaannya sudah digelar. Kemarin sidang eksepsi dari pengacara‎," ujar jaksa Agus Rahmat saat dihubungi pada Rabu (6/11/2019).

Dalam dakwaan jaksa, PT Yoosung bergerak di bidang usaha tekstil dan menghasilkan limbah cair dan sludge atau lumpur dalam limbah cair. Pada 24 Oktober, 5 November dan 14 November 2018, Dinas Lingkungan Hidup sempat mengambil sampel terhadap limbah cair di area pesawahan dan saluran drainase dan hasilnya limbah cair melebihi baku mutu.

Kabar Terbaru Naturalisasi Fabiano, Bertemu Komisi III DPR, Sesmenpora Katakan Alhamdulillah

"Dari temuan tersebut, PT Yoosung diberi sanksi administratif paksaan dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bandung," ujar dia.

Hanya saja, meski sudah diberi sanksi administratif, perusahaan tersebut masih membuang limbah cair dengan melebihi baku mutu. Pada 29 Januari, penyidik Bareskrim Polri dan petugas kaboratorium lingkungan Pemkab Bandung kembali mengambil sample air limbah.

Seperti di saluran drainase hingga bak penampungan IPAL‎.

"Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel tersebut ada beberapa parameter melebihi standar baku mutu. Yakni parameter kimia TSS, BOD, COD, SULFIDA dan minyak lemak," katanya.

Hitung-hitungan Juara Liga 1 2019: 5 Tim Sudah Dipastikan Tak Berpeluang, Bagaimana Persib Bandung?

‎Penyidik juga menemukan adanya pembuangan air limbah ilegal atau dibuang secara langsung ke media lingkungan menuju ke area sawah, penampungan dekat persawahan dan saluran drainase.

"Zat kimia yang melebihi baku mutu itu berdampak bisa mengganggu kesehatan manusia, biota air dan tumbuhan lingkungan di sekitarnya," ujar Agus.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved