Saran Dedi Mulyadi untuk Selamatkan Bulog, Saat Ini Kondisinya Kritis, Utang Rp 28 Triliun

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, ada dua langkah besar yang mesti diambil untuk menyelamatkan Bulog

Saran Dedi Mulyadi untuk Selamatkan Bulog, Saat Ini Kondisinya Kritis, Utang Rp 28 Triliun
istimewa
Dedi Mulyadi dalam rapat dengan Bulog 

TRIBUNJABAR.ID - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, ada dua langkah besar yang mesti diambil untuk menyelamatkan Bulog yang saat ini sedang menghadapi permasalahan.

Langkah jangka pendek pertama, menurut Dedi, beras yang ada di Bulog tersalurkan dan pembelian gabah hasil panen berjalan, maka Bulog mesti diberikan peran untuk pengadaan dan penyaluran beras untuk warga miskin dalam bentuk program bantuan pangan non tunai.

"Bulog mesti diberikan peran untuk pengadaan sampai distribusinya, menyalurkan beras untuk warga tidak mampu," ujar Dedi, saat Rapat bersama Dirut Bulog Budi Waseso, di Gedung DPR RI, Selasa (5/11/2019)

Langkah jangka panjang, menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu, yakni secara kelembagaan harus berganti menjadi Badan Ketahanan Pangan Nasional.

Fokus badan tersebut, bertugas untuk pengadaan stok pangan nasional dan bertugas untuk penyediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga pangan secara nasional.

Bupati Ingin Tahu Sumedang Tahan Lama, Agar Bisa Jadi Oleh-oleh yang Mendunia

"Lembaga ini juga yang melakukan analisis perlu atau tidaknya impor pangan. Badan ini harus setingkat menteri dan tanggungjawab ke presiden langsung. Dengan demikian badan ini akan kuat dan strategis," tuturnya.

Sebelumnya dalam rapat kerja tersebut Budi Waseso menjelaskan kondisi Perum Bulog sebagai penyangga stok beras nasional saat ini kondisinya hampir kolaps.

Beban utang tinggi, dan stok beras 900 ribu ton dari impor, terancam tak bisa dimanfaatkan. Semua itu menjadi beban Bulog.

"Kurang lebih ada 20 ribu ton beras sudah dikarantina, karena rusak parah dan membahayakan untuk dikonsumsi. Bulog juga terancam rugi cukup besar dengan kondisi ini," ujarnya.

Viral di Media Sosial Simpanse Ini Hisap Rokok yang Dilempar Pengunjung

Budi menjelaskan, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton. Namun Bulog tak bisa menyalurkan beras tersebut, tanpa perintah dari pemerintah.

Idealnya, lanjut Budi, beras tersebut disalurkan, sehingga saat musim panen pada Maret 2020 bulog bisa mencicil utang yang saat ini didera.

"Saat ini utang Bulog sebesar Rp 28 triliun, dengan bunga setiap hari Rp 9 miliar. Ini membuat Bulog dalam kondisi berat" ujarnya.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved