Kemarin Gelar Unjuk Rasa, Kini Pelayanan Kesehatan di RSUD Al Ihsan Kembali Normal

Setelah unjukrasa para karyawan RSUD Jawa Barat Al Ihsan kemarin, pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut kembali normal hari ini

Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Karyawan RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat menggelar unjuk rasa di depan Gedung A RSUD Al Ihsan, Senin pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Setelah unjukrasa para karyawan RSUD Al Ihsan kemarin, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat  tersebut kembali normal hari ini, Selasa (5/11/2019).

"Alhamdulillah untuk saat ini berjalan normal tidak ada aksi dan seluruh pelayanan kesehatan tidak terhambat lagi," ujar Ketua Forum Karyawan RSUD Al Ihsan, Ahmad Husaini melalui telepon seluler tadi siang.

Selain itu pascaaksi kemarin, pihaknya hari ini menggelar rapat internal bersama managemen rumah sakit untuk menindaklanjuti 4 poin tuntutan para karyawan.

Soal Tuntutan Karyawan RSUD Al Ihsan, Kepala BKD Jabar: Secara Otomatis Jadi PNS, Tidak Bisa

Pasien Operasi Terpaksa Menunggu, Karyawan RSUD Al Ihsan Unjuk Rasa, Termasuk Dokter dan Perawat

Ahmad juga menambahkan jika hari ini pihak rumah sakit juga menerima kunjungan dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung sebagai buntut dari ketidakberesan di managemen terkait status karyawan.

"Poinnya adalah penggalian informasi legal standing kepegawaian karyawan RSUD Al Ihsan. Penggalian kaitan dangan masa usia pensiuan, kewenangan pesangon dan aksi-aksi sebelumnya. Untuk menemukan titik temu," tuturnya.

Lebih lanjut Ahmad menuturkan hasil audiensi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti menghasilkan surat perjanjian bahwa Kadinkes Jabar akan menyampaikan aspirasi para karyawan RSUD Al Ihsan tersebut kepada Gubernur Jabar.

"Kemarin janjinya secepatnya kalau ada niat baik (pemerintah) mandat ini akan disampaikan segera ke gubernur. Kami akan tetap mengawal, walaupun kami tidak bisa beraudiensi langsung dengan pak gubernur, tapi mudah-mudahan 4 poin itu menjadi warning," tuturnya.

Ada Demo Ratusan Karyawan, RSUD Al Ihsan Pastikan Layanan Tetap Bejalan, Perserta Demo Bertahan

Jawab Tuntutan Karyawan RSUD Al Ihsan, Kepala BKD Jabar : Kalau Mau Jadi ASN Harus Ikut CPNS

Salah satu yang menjadi poin penting dalam empat tuntutan Forum Karyawan RSUD Al Ihsan adalah kejelasan status karyawan yang masih berstatus non PNS. Dari 980 karyawan hampir 90 persennya masih non PNS, dengan catatan ada yang berstatus pegawai kontrak 280 orang dan pegawai tetap 500 lebih.

"Non PNS ini harus habis hingga 2023, jadi nanti optionnya ada dua PNS atau P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerjasama)," ujarnya.

"Ini harus dipersiapkan step by stepnya. Kalau option P3K sementara status kami pegawai tetap dan mengantongi SK Gubernur terus jadi P3K, status kami jadi mundur, nah ini menjadi kerawanan kami," tambahnya.

Ahmad berharap ingin kejelasan status yang sesuai dengan undang-undang yang berkeadilan sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Jawa Barat dengan penuh ketenangan tidak dengan keresahan akibat ketidakjelasan status.

Dan pemerintah betul-betul memperhatikan kesejahteraan rakyatnya (karyawan) agar berdampak pada mutu pelayanan kesehatan yang semakin membaik. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved