Aku Mobil Tidak Terdaftar dan Diawasi OJK, Ini Alasannya

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Jawa Barat secara tegas menyatakan Akumobil atau PT Aku Digital Indonesia bukanlah industri yang bergerak di industri ja

Aku Mobil Tidak Terdaftar dan Diawasi OJK, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Show rooom Aku Mobil digaris polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Jawa Barat secara tegas menyatakan Aku Mobil atau PT Aku Digital Indonesia bukanlah industri yang bergerak di industri jasa keuangan.

Karena itu, Akumobil tidak terdaftar dan diawasi OJK.

Bahkan Satgas Waspada Informasi (SWI) di Jakarta pernah memberikan pernyataan bahwa Akumobil tidak terdaftar di Kementrian Perdagangan dengan skema penjualan seperti yang dilakukan oleh Akumobil.

"Akumobil merupakan perusahaan perdagangan dan bukan industri keuangan. Tidak ada urusan Akumobil dengan OJK, jadi tidak akan pernah terdaftar dan diawasi OJK," Kata Kepala OJK Kantor Regional 1 Jawa Barat, Triana Gunawan di Bandung, Senin (4/11/2019).

Korban Dugaan Penipuan Aku Mobil Tercatat 295 Orang, Dirut Jadi Tersangka

3 Bos Aku Mobil Diamankan, Setelah Dilernya Digeruduk Ratusan Warga yang Mengaku Tertipu

Diakuinya, OJK pernah mendapat laporan masyarakat yang menanyakan status Akumobil. Adanya laporan tersebut ditindaklanjuti dengan meneruskan laporan tersebut ke SWI.

Hingga akhirnya pada 2 Agustus 2019, SWI menyatakan Akumobil dihentikan kegiatannya. Akumobil dinyatakan tidak memiliki izin berdasarkan proses pengajuan izin melalui online single submision atau OSS Kemendag. Karena hal ini pulalah, Akumobil dikeluarjan dari daftar perusahaan ilegal.

Disinggung klaim Akumobil diawasi OJK, pihaknya tidak akan membawa ke ranah hukum terlebih saat ini kasus yang melibatkan perusahaan tersebut sudah ditangani kepolisian. "Semoga permasalahan ini segera selesai dan ke depan tidak ada lagi kasus serupa," katanya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati dengan tawaran atau iming-iming terutama yang tidak masuk akal atau tidak logis.

Masyarakat diminta untuk memperhatikan tawaran dan mempelajari bahkan bisa mengecek keberadaan perusahaan, investasi, atau produk fintech yang menawarkan berbagai program atau produk.

"Ingat saja dua L, yakni legal dan logis. Apakah perusahaan tersebut legal, dan apakah tawarannya masuk akal atau logis? Bila menjanjanjikan hasil atau sesuatu yang tidak logis, perlu diwaspadai," katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved