Hujan Mulai Mengguyur Ciamis, Warga Desa Kadupandak Mengungsi Gara-gara Tanah Retak

Setidaknya ada 40 rumah yang mengalami kerusakan akibat retakan tanah tersebut termasuk bangunan SD Kadupandak 2

Hujan Mulai Mengguyur Ciamis, Warga Desa Kadupandak Mengungsi Gara-gara Tanah Retak
Istimewa
Dinding rumah warga di Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis retak dan ambrol diduga akibat terjadi rengkahan tanah yang dipicu oleh fenomena suhu udara panas yang ekstrem selama dua minggu terakhir 

TRIBUNJABAR.ID - Hujan yang mulai mengguyur Ciamis sejak Jumat (1/11) diperkirakan menimbulkan dampak meluasnya gejala rekahan tanah yang terjadi di Dusun Sukamandi Desa Kadupandak Tambaksari Ciamis.

Setidaknya ada 40 rumah yang mengalami kerusakan akibat retakan tanah tersebut termasuk bangunan SD Kadupandak 2 yang berada di Dusun Sukamandi Rt 01 RW 11.

“Sebelum turun hujan tiga hari lalu, baru 23 rumah yang rusak termasuk 1 sekolah SD. Tapi pada pendataan hari ini setidaknya jumlah rumah yang rusak mengalami retak-retak ada sekitar 40 rumah,” ujar Kades Kadupandak Jana Sujana kepada Tribun Minggu (3/11).

Mengantisipasi meluasnya kejadian retakan tanah di Dusun Sukamandi tersebut, kata Jana pihak desa sudah mengingatkan warga untuk selalu waspada.

Terutama pada malam hari.

“Waktu malam hari banyak warga yang rusaknya sudah rusak memilih mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang masih aman. Siang hari kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat gerakan tanah di Desa Kadupandak ini kata Jana masih terus didata baik itu kategori rusak berat, sedang maupun ringan.  

Sementara kegiatan belajar mengajar di SD N 2 Kadupandak kata Jana mulai Senin (4/11) diungsikan ke musola dan tenda yang sudah didirikan di lokasi yang cukup aman sekitar 200 meter dari lokasi sekolah.  

 “Di SD itu ada 36 muridnya,” ujar Jana.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kadisdik Ciamis Dr H Tatang MPd.

“Kondisi bangunan SDnya  cukup mengkhawatirkan. Dinding dan lantai ruang kelas sudah retak-retak,” ujar Kadisdik Ciamis Dr H Tatang MPd.

Katanya kegiatan belajar mengajar di SD yang memiliki 36 murid ini dipindahkan ke musola terdekat.

“SD ini termasuk SD kecil perbatasan. Kegiatan KBM di SD Kadupandak 2 ini harus tetap jalan dan tidak mungkin digabung dengan SD lainnya. Mengingat SD terdekat yakni SD Kadupandak 1 jaraknya sekiyar 5 km cukup jauh. Jadi tak mungkin SD ini dimerjer,” katanya.

Peristiwa gerakan tanah di Kecamatan Tambaksari terus meluas, di Desa Kaso tetangga Desa Kadupandak setidaknya ada 14 rumah yang rusak. Sementara di Dusun Margamulya Desa Karangpaninggal, Minggu (3/11) dinihari rumah Wastim (45) mengalami rengkah-rengkah dindingnya dipicu gerakan tanah (andri m dani) 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved