Mulai Hari Ini, Distribusi Air PDAM Tirtawening Kota Bandung Digilir 2 Hari Sekali

Perusahaan Daerah Air Minum alias PDAM Tirtawening Kota Bandung mengatakan, persediaan air bersih tinggal cukup untuk satu pekan.

shutterstock
Perusahaan Daerah Air Minum alias PDAM Tirtawening Kota Bandung mengatakan, persediaan air bersih tinggal cukup untuk satu pekan. Mereka terpaksa melakukan penggiliran untuk semua wilayah. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ribuan pelanggan air bersih di Kota Bandung tidak akan lagi bisa menikmati pasokan air sepanjang hari mulai hari ini, Jumat (1/11/2019).

Perusahaan Daerah Air Minum alias PDAM Tirtawening Kota Bandung mengatakan, persediaan air bersih tinggal cukup untuk satu pekan. Mereka terpaksa melakukan penggiliran untuk semua wilayah.

"Mulai 1 November, pelanggan di bagian utara juga mulai digilir karena tak ada air. Sebelumnya, air untuk wilayah selatan, tengah, dan timur sudah digilir,” ujar penjabat Direktur Air Minum PDAM Tirtawening, Novera Deliyasma, kepada Tribun melalui pesawat telepon, Kamis (31/10/2019).

Rencananya, distribusi air akan dilakukan secara bergilir dua hari sekali. Untuk pengaduan, warga bisa menghubungi URC di nomor 022-2509031.

Novera mengatakan, sumber air bersih untuk pelanggan di wilayah utara berasal dari Sungai Cibeureum dan Sungai Cikapundung.

Kemarau panjang membuat air kedua sungai menyusut sehingga produksi air berkurang 60 persen. Meski di beberapa titik sudah mulai turun hujan, debit air masih jauh dari normal.

Tiga Bulan Terakhir, Pengungsi di Mamboro Induk Kesulitan Air Bersih

Kota Bandung Krisis Air, Persediaan di PDAM Hanya Bertahan 2 Minggu Bila Tak Ada Hujan

Air yang diolah di Badak Singa juga sudah menurun dari 1.800 liter per detik menjadi hanya 600 per detik.

"Durasi air asal dari Cikalong Wetan dengan mengandalkan Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca sering dihentikan untuk memperpanjang umur air," ujar Novera.

Tiga hari lalu, kata Novera, kedalaman Situ Cipanunjang hanya tersisa satu meter, sedangkan Situ Cileunca hanya tinggal dua meter. Dalam keadaan normal, kedalaman Situ Cipanunjang mencapai 22 meter, sedangkan Situ Cileunca 12 meter.

Otomatis aliran air ke pelanggan juga terganggu karena hilang 1.200 liter per detik.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved