Selasa, 12 Mei 2026

Saking Kacaunya, Menpora Mengaku Bingung Harus Membenahi Sepak Bola Indonesia dari Mana

Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa cabang olahraga satu ini memiliki masalah yang luar biasa carut marutnya.

Tayang:
Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Ezechiel N Douassel dalam laga Persib Bandung vs Persipura Jayapura di pekan ke-20 Liga 1 2019, Senin (23/9/2019). Maung Bandung menang 3-1. 

TRIBUNJABAR.ID - Banyaknya kasus yang mencoreng nama baik Indonesia di kancah sepakbola mulai dari pengaturan skor, kericuhan antar suporter, hingga yang terakhir ialah pengurasakan fasilitas stadion membuat Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora Zainudin Amali kebingungan.

"Kondisi tersebut tentunya menjadi salah stau tanggung jawab yang harus diantisipasi oleh Kemenpora sekaligus federasi tertinggi spekabola Indoneisa, yaitu PSSI," jelasnya seperti yang dilansir dari laman resmi Kemenpora.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII 2019 di Media Centre Kemenpora, Jakarta Rabu (23/10). Potradnas ini akan diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada 25-28 Oktober 2019 mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII 2019 di Media Centre Kemenpora, Jakarta Rabu (23/10). Potradnas ini akan diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada 25-28 Oktober 2019 mendatang. (Kemenpora)

Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa cabang olahraga satu ini memiliki masalah yang luar biasa carut marutnya.

Bahkan ia menyatakan bingung untuk membenahai masalah tersebut.

"Memang saya lihat carut marutnya sangat luar biasa, kita mulai dari mana membenahinya saja juga bingung," kata Menpora Indonesia saat ini, Zainudin Amali ketika menghadiri acara Mata Najwa dengan tema 'Kongres Buat Apa' di Studio Trans 7, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (30/10) malam.

Dia menyatakan dirinya sudah mengikuti perkembangan kondisi cabor sepakbola.

Bahkan ia mengamati sebelum ia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olharaga.

"Sebelumnya saya masuk sebagai Menpora, saya sudah mengikuti jauh tentang sepakbola Indonesia," jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia menyatakan bahwa setiap cabang olahraga memiliki kontrol penuh atas masalah yang dihadapi.

Meskipun demikian, pemerintah tidak langsung lepas dalam masalah tersebut.

Mereka tetap melakukan kontrol terhadap masalah yang dihadapi dalam setiap cabang olahraga.

"Kami di Kemenpora memberi kepercayaan penuh dan kita berikan kewenangan kepada seluruh cabang olahraga untuk mengatur masalah internalnya, tetapi tetap dalam kontrol kita," tambahnya.

Ia menambahkan bahw astiap cabang olahraga memiliki induk organisasi dan pertauran yang mengaturnya, bahkan hhingga tingkat internasional.

Disamping Kemenpora, Indonesia juga memiliki lembaga yang mengurusi permasalahan olahraga di Indonesia yaitu Koni.

"Karena itu dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional sudah diatur di situ, apalagi masing-masing cabang olahraga memiliki aturan sendiri-sendiri punya induk internasionalnya, kalau sepakbola ada FIFA." jelasnya.

"Disamping Kemenpora, juga ada KONI yang juga memantau kegiatan olahraga termasuk sepakbola itu sendiri," tambahnya.

Kemenpora mengingatkan bahwa setiap cabang olahraga digharapkan bisa menyelesaikan masalah internalnya, karena berkaitan Kemenpora tidak bisa masuk hingga kedalam maupun melakukan intervensi.

"Kita minta cabang olahraga bisa menyelesaikan masalah internalnya, karena kita tidak bisa masuk terlalu dalam atau intervensi," ujar pria kelahiran Gorontalo ini.

Terkait dengan kongres PSSI yang akan digelar pada 2 November, pihak Kemenpora juga harus melkakukan koordinasi dengan pihak FIFA untuk tidak salah dalam menentukan langkah yang diambil.

Ia juga mendengarkan berbagai masukan, salah satunya dari pihak PSSI.

Zainudin Amali menegaskan bahwa pemerintah berbpegang pada induk cabang olahraga.

"Satu hal yang kami sampaikan bahwa, pemerintah berpegang kepada induk cabang olahraga. Kalau dari induk internasional mereka oke, maka kita oke. Tapi kalau tidak, maka pemerintah akan mendengarkan semua penjelasan dari FIFA," jelas Menpora.

"Karena kita tidak mau lagi di sanksi, kalau sampai yang disampaikan federasi tidak benar, pasti FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada PSSI," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Sesmenpora sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak FIFA untuk tidak salah dalam mengambil keputusan.

Ia berharap dapat duduk bersama dengan semua stakeholder sepakbola di Indoneisa untuk menyelasikan masalah yang menyelimuti persepakbolaan Indonesia.

"Kita akan bahas dengan teman-teman, dan Sesmenpora juga sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan FIFA, karena kita tidak mau salah dalam mengambil keputusan," tegasnya.

"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, kami sudah punya rencana duduk bersama dengan semua stakeholder sepakbola di Indonesia," tutup Menpora.(Tribunnews.com/Giri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved