Selama Oktober 2019 Terjadi 30 Kebakaran di Indramayu, Banyak Disebabkan Warga Lalai Bakar Sampah

Sepanjang bulan Oktober 2019 sudah terjadi sekitar 30 kali kebakaran di Kabupaten Indramayu.

Selama Oktober 2019 Terjadi 30 Kebakaran di Indramayu, Banyak Disebabkan Warga Lalai Bakar Sampah
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu saat memadamkan kebakaran di sebuah lahan di Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sepanjang bulan Oktober 2019 sudah terjadi sekitar 30 kali kebakaran di Kabupaten Indramayu.

Komandan Regu 3 Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Sudarsono mengatakan, penyebab kebakaran itu sebesar 90 persennya terjadi akibat kelalaian warga dalam melakukan pembakaran sampah.

Sedangkan 10 persennya lagi disebabkan oleh konsleting aliran listrik.

"Rata-rata setiap kebakaran itu terjadi karena pembakaran sampah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Rabu (30/10/2019).

Dirinya menyampaikan, di musim kemarau ini kebakaran sangat rentan terjadi, baik kebakaran lahan maupun kebakaran bangunan.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu saat memeriksa bagian kandang kambing seusai hangus terbakar di Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (30/10/2019).
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu saat memeriksa bagian kandang kambing seusai hangus terbakar di Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (30/10/2019). (Istimewa)

Kandang Kambing Dekat Permukiman Warga di Kabupaten Indramayu Ludes Terbakar

Kebakaran Melanda Ruko di Dekat Pintu Masuk Bus Terminal Leuwipanjang, Asap Hitam Terlihat Jelas

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin yang kencang sangat memudahkan api dari bakaran sampah menjalar ke segala arah dan menyebabkan terjadinya kebakaran.

Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati dalam melakukan pembakaran sampah.

Warga juga diminta jangan meninggalkan api menyala tanpa pengawasan karena sangat berpotensi terjadinya kebakaran dalam skala yang jauh lebih besar.

"Minimalnya itu musim kemarau ini, masyarakat kalau melakukan pembakaran sampah harap ditinggui, jangan dibiarkan tanpa pengawasan," ucap dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved