Kasus Dugaan Korupsi Genset RSUD Langsa Rugikan Negara Rp 200 Juta, Wakil Direktur Ditahan

Kasus dugaan pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasi RSUD Langsa 2016 ditangani oleh Kejaksaan Negeri Langsa, Aceh.

Shutterstock
ilustrasi korupsi 

TRIBUNJABAR.ID, LANGSA – Kasus dugaan pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasi RSUD Langsa 2016 ditangani oleh Kejaksaan Negeri Langsa, Aceh.

Kini Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum AP (52) telah ditahan Kejaksaan Negeri Langsa, Aceh, Selasa (29/10/2019).

Bersama AP, tiga orang lainnya juga turut ditahan. Di antaranya adalah anggota kelompok kerja pengadaan barang dan jasa RSUD Langsa, DI (38) dan; dua rekanan, yaitu Direktur CV Indodaya Bio Mandiri DS (43) dan Direktur CV SNI ST (43).

Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Ikhwan Nul Hakim, dihubungi per telepon, Rabu (30/10/2019), menyebutkan bahwa keempat tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan Langsa.

SUDAH DITETAPKAN UMP 2020, Naik 8,51 Persen, Jabar Peringkat ke-31 dari Semua Provinsi di Indonesia

Dia menyebutkan, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dikeluarkan tertanggal 16 September 2019 menyebutkan kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 269.675.190 dari total anggaran pengadaan genset sebesar Rp 1,8 miliar.

“Ditahan selama 20 hari ke depan. Penyidik sedang melengkapi berkas untuk secepatnya dilimpahkan ke tahap penuntutan di pengadilan,” kata Ikhwan.

Dia menjelaskan, penyidikan kasus itu dimulai tahun 2018. Kasus itu berawal saat Pemerintah Kota Langsa menerima dana insentif daerah dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,8 miliar untuk pengadaan mesin genset di rumah sakit milik pemerintah itu.

Lalu panitia membuka lelang dan tiga perusahaan ikut menawarkan harga pembanding, yaitu CV Satia Abadi, CV J & J Powerindo, dan CV Indojaya Sinergi.

UMK Kabupaten Indramayu Menjadi yang Tertinggi di Wilayah Ciayumajakuning, Ini Angkanya

“Harga pembanding dari tiga perusahaan ini tidak benar dan dipalsukan,” katanya.

Tersangka AP atas kapasitasnya sebagai Wakil Direktur RSUD Langsa dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut lalu meminta DI untuk membuat tanda bintang di lelang proyek tersebut sehingga tidak bisa diumumkan sebagai pemenang.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved