Awal Musim Hujan Kerap Terjadi Pohon Tumbang, BPBD Ciamis Hanya Punya 3 Gergaji Mesin

Dari 3 gergaji mesin di BPBD Ciamis tersebut katanya dua buah merupakan chainsaw besar dan 1 chainsaw kecil.

Awal Musim Hujan Kerap Terjadi Pohon Tumbang, BPBD Ciamis Hanya Punya 3 Gergaji Mesin
istimewa
Ilustrasi: Petugas memotong batang pohon tumbang menggunakan gergaji mesin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Selain siap siaga mengatasi bencana yang terjadi selama musim kemarau panjang ini, BPBD Ciamis juga mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di awal musim hujan yang menurut perkiraan BMKG akan mulai bulan November ini.

“Segala potensi kesiapsiagaan menghadapi bencana yang ada di tiap instansi kedinasan maupun lembaga vertikal segera didata dan dipersiapkan. Baik itu berupa SDM maupun peralatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Drs H M Soekiman kepada Tribun dan wartawan lainnya usai rakor antisipasi penanganan bencana longsor, banjir maupun angin kencang di awal musim hujan di BPBD Ciamis, di BPBD Ciamis  Rabu (30/10/2019) siang.

Rakor tersebut dihadiri perwakilan dinas instansi, termasuk juga dari Perhutani, BKSDA, Kodim 0613 Ciamis, Polres Ciamis, PDAM, Tagana, PMI, SAR, Ormas/LSM peduli lingkungan, potensi masyarakat lainnya termasuk LDMH.

Sebagai daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Ciamis setiap awal musim hujan selalu ditandai dengan terjadinya bencana longsor, gerakan tanah, banjir bandang, banjir maupun angin puting beliung atau angin kencang yang kerap membuat pohon tumbang.

“Selain mengecek kesiapan peralatan di tiap dinas instansi. Seperti alat berat, bahkan juga chainsaw ( gergaji mesin), perahu karet, peralatan dapur umum dan lainnya.  Bukan tak mungkin dalam waktu dekat segera dilakukan simulasi penanggulangan bencana,” katanya.

Ancaman bencana diawal musim hujan tersebut sudah di depan mata.

Menyusul terjadinya peristiwa gerakan tanah akibat kemarau panjang yang kering disertai suhu udara yang tinggi yang telah menyebabkan terjadinya rengkahan tanah yang memicu retak-retak dan ambrol dinding 10 rumah  di Desa Kadupandak dan 14 rumah di Desa Kaso Tambaksari.

Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan semakin membahayakan bila turun hujan.

Angin kencang dan longsor yang terjadi setiap musim hujan sering disertai tumbangnya pohon-pohon besar tidak hanya di pemukiman warga tetapi juga di sisi jalan umum yang sering mengganggu arus lalu lintas.

“Kejadian pohon tumbang tentunya harus dilakukan gerak cepat untuk menyingkirkan pohon tumbang. Gergaji mesin, golok dan sebagainya harus disiagakan. Namun di BPBD Ciamis sendiri saat ini hanya ada 3 chainsaw ( gergaji mesin),” ujar Soekiman.

Dari 3 gergaji mesin di BPBD Ciamis tersebut katanya dua buah merupakan chainsaw besar dan 1 chainsaw kecil.

“Itu pun satu di antaranya sudah tidak berfungsi karena rusak. Makanya kami perlu ada data instansi mana saja yang memiliki gergaji mesin sehingga bila ada  kejadian bisa langsung dikoordinasikan untuk penanggulangan cepat di lapangan,” katanya.

Menyusul terjadinya fenomena rengkahan tanah yang menyebabkan puluhan rumah retak-retak di Kadupandak dan Kaso Tambaksari menurut Soekiman pihaknya sudah meminta masyarakat setempat segera menutup retakan tanah dengan tanah lempung sehingga bila turun hujan, tidak terjadi genangan air dalam rengkahan tanah yang bisa memicu terjadinya longsor atau pergeseran (sleeding) tanah. Serta meminta warga yang masih bertahan di rumahnya yang sudah retak-retak untuk selalu waspada terutama bila turun hujan.

Selain itu BPBD juga meminta pihak Perhutani dan BKSDA mendata titik-titik yang potensi terjadinya longsor maupun banjir bandang bila turun hujan. (andri m dani)         

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved