UPDATE: Bocah di Aceh Dipaksa Mengemis oleh Orangtuanya, Jika Tak Bawa Uang, Kaki Tangan Dirantai

Bila tidak membawa pulang usai mengemis, yakni sebesar Rp 100 ribu, maka diduga disiksa.

UPDATE: Bocah di Aceh Dipaksa Mengemis oleh Orangtuanya, Jika Tak Bawa Uang, Kaki Tangan Dirantai
facebook@yunirusmini
Orangtua yang memaksa anaknya mengemis di Lhokseumawe. Sang anak bahkan dirantai jika tak menyerahkan uang hasil mengemis 

Untuk proses hukum bagi kedua orangtuanya pun, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah menyatakan berkasnya lengkap.

Hingga kini, tinggal proses pelimpahan kedua tersangka dari penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, polisi menemukan banyak bekas luka di kepala dan tubuh bocah itu.

Karena dugaan penyiksaan terhadap korban, sudah terjadi saat bocah tersebut masih berumur enam tahun.

Pada kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti.

Seperti dua rantai, gelas, hingga palu yang diduga pernah digunakan untuk menyiksa korban.

Sedangkan untuk bocah tersebut, telah dititipkan pihak kepolisian kepada Dinas Sosial (Dinsos) Lhokseumawe.

Selanjutnya, pihak Dinsos menyerahkan kepada keluarga ibu korban.

Sesuai permintaan keluarganya sendiri.

Kepala Dinsos Lhokseumawe, Ridwan Jalil, dihubungi Serambinews.com, barusan, menyebutkan, pada awal bulan lalu, keluarga ibunya yang menampung bocah itu sudah sering mengeluh ke pihaknya.

Halaman
123
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved