Sekda Pematang Siantar Dinon-Aktifkan Gara-gara Berseteru dengan Wali Kota

Hefriansyah sudah meminta pemeriksaan dugaan penyalahgunaan jabatan ke Inspektorat Sumut agar Budi diperiksa.

Tribun Medan
Sekda Pematang Siantar Nonaktif Budi Utari Siregar 

TRIBUNJABAR.ID -- Perseteruan antara Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dengan Sekretaris Daerah Budi Utari Siregar belum usai.

Setelah mencopot Budi Utari Siregar pada 24 September 2019, Hefriansyah kembali menonaktifkan Budi Utari Siregar.

Padahal, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah mengeluarkan surat rekomendasi bersifat wajib ditindaklanjuti agar Budi untuk kembali menjabat Sekda pada 10 Oktober 2019.

Tak begitu lama, Hefriansyah mengeluarkan dua surat keputusan lagi.

Dua surat keputusan itu yakni tentang pengembalian jabatan Budi Siregar pada 21 Oktober dengan Nomor: 800/582/X/WK-THN 2019.

Anehnya, pada tanggal 22 Oktober, Hefriansyah mengeluarkan surat pembebasan jabatan sementara Budi Siregar sebagai Sekda dengan Nomor: 800/583/X/WK-THN2019.

Budi menerima dua surat secara berbarengan pada 22 Oktober.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematangsiantar Pelaksanatugas (Plt) Zainal Siahaan membenarkan Walikota Hefriansyah menerbitkan dua surat untuk Budi Siregar.

Kata Zainal, status non aktif itu bertujuan untuk menjalani pemeriksaan dugaan penyalahgunaan jabatan.

Ia mengatakan Budi akan menjalani pemeriksaan perdana besok Rabu (30/10/2019).

"Ya, nonaktif untuk sementara. Untuk dilakukan pemeriksaan. Terhadap beliau (Budi) besok."

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved