Senin, 20 April 2026

Rusunawa Bisa Jadi Solusi Kebutuhan Hunian di Jawa Barat

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Imam Budi Hartono mengatakan keberadaan rusunawa atau rumah vertikal bisa menjadi solusi.

Istimewa
Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota Komisi IV serta Wakil Ketua DPRD Jabar ke Apartemen Transit Rancaekek. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekitar 1,2 Juta kepala keluarga di Jawa Barat memerlukan tempat tinggal yang layak sehingga keberadaan rumah susun menjadi penting bagi masyarakat di saat kebutuhan rumah semakin banyak dengan lahan yang terbatas.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Imam Budi Hartono mengatakan keberadaan rusunawa atau rumah vertikal bisa menjadi solusi.

“Masih banyak backlog atau orang yang tinggal di rumah yang tidak layak dan Rusunawa ini solusi banget," ujar Imam disela Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota Komisi IV serta Wakil Ketua DPRD Jabar ke Apartemen Transit Rancaekek.

BP Perda DPRD Jabar Tindak Lanjuti Pembahasan Raperda Tahun 2019

DPRD Jabar Dorong Wujudkan Provinsi Pariwisata, Solusi Anggaran Infrastruktur Harus Segera Ditemukan

Imam menambahkan di kota-kota besar di Jawa Barat masih banyak pemukiman kumuh yang harus ditata dengan bangunan vertikal.

“Karena sekarang memang sangat dianjurkan rumah-rumah vertikal supaya resapan air, ruang terbuka hijau nya bisa terpelihara," papar Imam.

Imam menekankan Rusunawa yang dibangun pemerintah juga harus lengkap dengan fasilitas di dalamnya seperti fasilitas kesehatan, air, areal publik, dan lapangan olahraga.

“Kita mendorong penuntasan raperda RP3KP (Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2019-2039), setelah itu dari aset-aset tanah yang nganggur di Jawa Barat segera diusulkan ke pusat untuk dibangun rusunawa," tutup Imam.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari berharap ada standardisasi dalam berbagai pembangunan di Jawa Barat termasuk pembangunan rusunawa.

“Rusunawa di Rancaekek ini saya melihat cukup rapi, cukup bersih bahkan masalah sampahnya dipisahkan dan ditata dengan baik, kalau melihat rusunawa ini tentunya kami berharap harus ada standardisasi dalam pembangunan rusunawa," ujar Ineu.

Standardisasi pembangunan, lanjut Ineu, agar prinsip efisiensi serta efektivitas dalam pembangunan bisa dilakukan pemerintah dan manfaatnya dapat dirasakan secara penuh untuk kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini di Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang hampir 50 juta jiwa, masih banyak masyarakat miskin yang belum mempunyai rumah mungkin rusunawa ini bisa menjadi solusi yang bisa didapatkan, kami sangat mendukung," tambah Ineu.

Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan saat ini Pemprov Jabar mempunyai empat lokasi rusunawa di Ujungberung, Rancaekek, Solokan Jeruk, dan Batujajar, serta akan dibangun di wilayah lainnya.

“Rencana pembangunan rusunawa kedepan ada di Gedebage karena kita punya lahan 3,4 hektare, kemudian di Purwakarta kita sudah ada pematangan lahan, dan juga tentunya di Kertajati dan kawasan-kawasan perkotaan seperti Bekasi, Karawang, Depok, Bogor, dan beberapa tempat-tempat lainnya," kata Dicky. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved