Menteri Jokowi Maruf Amin

Megawati Dendam Jegal AHY jadi Menteri? Puan Maharani Blak-blakan Hubungan Mega dan Keluarga SBY

Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin sudah dilantik. Tak ada AHY. Berembus isu, AHY dijegal jadi menteri. Benarkah oleh Megawati?

TRIBUNNEWS / HERUDIN
Foto Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin sudah dilantik.

Sebanyak 12 wakil menteri pun sudah dilantik.

Dari deretan nama-nama pesohor itu tak ada nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Politikus Demokrat Andi Arief kemudian menduga tak mausknya AHY ke Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin gara-gara dijegal Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Apa benar AHY gagal menjadi menteri Jokowi-Maruf Amin gara-gara dendam Megawati Soekarnoputri?

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, tidak ada dendam dalam antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Puan Maharani kemudian blak-blakan soal hubungan Megawati Soekarnoputri dengan keluarga SBY.

Puan blak-blakan kalau hubungan dua mantan presiden itu baik-baik saja.

"Baik-baik sajalah. Kenapa? Saya sering ketemu (Pak SBY), ibu juga ketemu. Kemarin pelantikan juga bareng-bareng," ujar dia.

Puan juga membantah isu yang menyebutkan ada yang menjegal langkah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju. Puan mengatakan, persoalan penyusunan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

"Ini kan hak prerogatif presiden, kemudian prosesnya sudah panjang dengan pertimbangan yang matang. Jadi kalau kemudian ada yang menyampaikan atau mengatakan hal-hal seperti itu ya lihat dululah proses dan perjalanan dari pemilu sampai sekarang," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief menduga bahwa Megawati Soekarnoputri tidak hanya menaruh dendam kepada SBY, tetapi juga kepada anak SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu diungkapkan Andi Arief dalam akun twitternya @andiarief_, Sabtu, (26/10/2019).
"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," kata Andi Arief seperti dikutip Tribunnews.

Menurut dia, dendam tersebut merupakan bagian dari sejarah.

Ia menduga, dendam Megawati tersebut akan turun tidak hanya kepada anak melainkan cucu SBY.
"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," kata dia.

Respons Ketua DPP PDIP Said Abdullah

Ternyata cuitan Andi Arief mendapatkan balasan menohok dari pihak PDIP.

Seperti yang dimuat Tribunnews, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyinggung soal etika politik.

"Kita sama-sama mawas diri mengedepankan etika dalam berpolitik sehingga tidak perlu membuat kegaduhan baru. Itu menurut saya," ujarnya.

 AHY Tak Jadi Menteri, Padahal Jokowi Disebut Ajak Gabung, Andi Arief Sebut Demokrat Paham Sebabnya

Selain itu, ia pun mempertanyakan, mengapa Andi Arief lupa akan momen kebersamaan AHY dan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dengan Megawati Soekarnoputri.

"Kenapa pula Andi Arief tidak mengingat masa-masa manis ketika AHY dan Mas Ibas datang ke Teuku Umar, disambut manis oleh ibu, selfie bersama. Itu kan sebuah kehormatan," ujar Said.

Menurutnya, momen tersebut menunjukkan Megawati tak ada dendam terhadap keluarga SBY.

"Di situlah berakhir, tidak ada istilah dendam apapun. Tiba-tiba ketika Demokrat tidak masuk satupun di koalisi katakanlah di kabinet pemerintahan Jokowi, tiba-tiba tembakan diarahkan ke ibu Mega. Itu saya sangat menyayangkan," jelasnya.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. (KOMPAS.com/ABBA GABRILIN)

Reaksi Soal Kabinet Jokowi

Sebelum cuitan soal Megawarti, Andi Arief menuliskan cuitan soal kabinet pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin untuk periode 2019-2024.

Ia menyebut, Jokowi sebelumnya sangat ulet mengajak Partai Demokrat gabung di pemerintahan setelah Pilpres 2019.

Pendekatan itu, disebut baik secara langsung oleh Jokowi, maupun melalui orang lain di kabinet Jokowi sebelumnya.

Namun, kini Andi Arief menyebut, pihak partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan AHY ini paham mengapa ajakan tersebut belum bisa diperjuangkan oleh Jokowi.

Tak hanya itu, ia pun menuliskan doa untuk kabinet Jokowi jilid II.

"Pak Jokowi sangat ulet- langsung atau via pembantunya di kabinet-- mengajak Partai Demokrat bergabung di pemerintahan setelah pilpres 2019.

Partai Demokrat memahami jika akhirnya ajakan Pak Jokowi belum bisa diperjuangkan oleh Pak Jokowi sendiri saat ini. Sukses buat kabinet baru," kicau Andi Arief.

Kemudian, pada cuitan selanjutnya Andi Arief pun mengucapkan selamat.

"Selamat bekerja, sukses dan amanah !!" tulisnya.

Selain Andi Arief, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan pun sempat menyinggung soal ajakan Jokowi ini terhadap Partai Demokrat.

Melalui keterangan tertulis di laman resmi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menyebut, terlepas dari ajakan Jokowi terhadap Partai Demokrat, pihaknya tetap menghormati keputusan presiden yang tak memasukan kadernya di kabinet pemerintahan.

"Terlepas dari komunikasi dan ajakan Presiden Jokowi kepada Partai Demokrat Pasca Pemilu 2019 yang lalu, Partai Demokrat meyakini bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menyertakan Partai Demokrat memiliki niat dan tujuan yang baik," ujarnya.

Seperti yang diberitakan Tribunjabar.id sebelumnya, pihaknya pun mendoakan kabinet pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin bisa mengemban tugas dan memenuhi harapan rakyat sesuai janji kampanye pada Pilpres 2019.

Selain itu, Hinca Panjaitan pun menyinggung soal sikap politik Partai Demokrat untuk lima tahun ke depan.

Dalam hal ini, SBY disebut akan turun tangan untuk mengumumkan posisi partainya melalui sebuah pidato.

"Tentang di mana posisi Partai Demokrat ke depan akan ditentukan kemudian. Pada saatnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Bapak SBY akan menyampaikan secara resmi," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puan Maharani: Hubungan Megawati dan SBY Baik-baik Saja...", https://nasional.kompas.com/read/2019/10/28/13051621/puan-maharani-hubungan-megawati-dan-sby-baik-baik-saja.
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Icha Rastika

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved