Menteri Jokowi Maruf Amin

Megawati Dendam Jegal AHY jadi Menteri? Puan Maharani Blak-blakan Hubungan Mega dan Keluarga SBY

Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin sudah dilantik. Tak ada AHY. Berembus isu, AHY dijegal jadi menteri. Benarkah oleh Megawati?

Megawati Dendam Jegal AHY jadi Menteri? Puan Maharani Blak-blakan Hubungan Mega dan Keluarga SBY
TRIBUNNEWS / HERUDIN
Foto Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani 

"Kenapa pula Andi Arief tidak mengingat masa-masa manis ketika AHY dan Mas Ibas datang ke Teuku Umar, disambut manis oleh ibu, selfie bersama. Itu kan sebuah kehormatan," ujar Said.

Menurutnya, momen tersebut menunjukkan Megawati tak ada dendam terhadap keluarga SBY.

"Di situlah berakhir, tidak ada istilah dendam apapun. Tiba-tiba ketika Demokrat tidak masuk satupun di koalisi katakanlah di kabinet pemerintahan Jokowi, tiba-tiba tembakan diarahkan ke ibu Mega. Itu saya sangat menyayangkan," jelasnya.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. (KOMPAS.com/ABBA GABRILIN)

Reaksi Soal Kabinet Jokowi

Sebelum cuitan soal Megawarti, Andi Arief menuliskan cuitan soal kabinet pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin untuk periode 2019-2024.

Ia menyebut, Jokowi sebelumnya sangat ulet mengajak Partai Demokrat gabung di pemerintahan setelah Pilpres 2019.

Pendekatan itu, disebut baik secara langsung oleh Jokowi, maupun melalui orang lain di kabinet Jokowi sebelumnya.

Namun, kini Andi Arief menyebut, pihak partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan AHY ini paham mengapa ajakan tersebut belum bisa diperjuangkan oleh Jokowi.

Tak hanya itu, ia pun menuliskan doa untuk kabinet Jokowi jilid II.

"Pak Jokowi sangat ulet- langsung atau via pembantunya di kabinet-- mengajak Partai Demokrat bergabung di pemerintahan setelah pilpres 2019.

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved