Lagi Asyik Selfie di Pinggir Jalan, Satu Keluarga di Lampung Selatan Tewas Ditabrak Truk

Minggu (27/10/2019) Juberi Mars mengendarai motor Yamaha N Max dengan nopol BE 2576 ABL.

Lagi Asyik Selfie di Pinggir Jalan, Satu Keluarga di Lampung Selatan Tewas Ditabrak Truk
KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA
Truk bernomor polisi BE 9037 NE terbalik usai menabrak dua unit sepeda motor yang sedang parkir di Turunan Tarahan, Jalinsum KM 21-22, Desa Tarahan, Lampung Selatan. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini. 

Menurut studi, setidaknya ada 70 kejadian selfie yang berujung maut karena sebab ini kurun waktu enam tahun terakhir.

Secara berurutan, berdasarkan jumlah korban, penyebab selfie maut terbanyak adalah tenggelam, kecelakaan transportasi, jatuh dari ketinggian, kebakaran, sengatan listrik, senjata api, dan binatang.

Deretan GIF atau Gambar Bergerak Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, Bagikan di Media Sosial

Korban kebanyakan laki-laki

Studi yang sama turut mengungkapkan bahwa 85 persen korban yang meninggal akibat swafoto didominasi kaum muda dengan rentang usia 10-30 tahun.

Sementara sebanyak tiga perempat korban adalah laki-laki, meski studi lain menunjukan bahwa lebih banyak wanita yang gemar melakukan selfie.

"Kematian akibat selfie telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar," jelas ketua penelitian, Agam Bansa, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Science Alert, Jumat (5/10/2018).

Berswafoto memang mudah. Namun menurut Bansal, kebanyakan kasus diakibatkan kurangnya kewaspadaan orang-orang yang seringkali nekad mengambil gambar yang sempurna tanpa memperhitungkan risiko kehilangan nyawa.

"Jika Anda sekadar berdiri, mengambil foto dengan selebriti atau sesuatu, tentu tidak berbahaya. Tapi jika selfie dilakukan dengan tindakan berisiko, itulah yang menyebabkan selfie menjadi berbahaya," jelas Bansal.

Bansal menyayangkan banyak orang berambisi mengidamkan jepretan selfie yang sempurna demi meraup likes (suka) di platform media sosial.

"Saya pikir itu tidak sebanding dengan harga nyawa," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved