Kota Bandung Krisis Air, Persediaan di PDAM Hanya Bertahan 2 Minggu Bila Tak Ada Hujan

Sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, kini sudah kritis.

Tribun Jabar/Tiah SM
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, ketika meninjau Situ Cipanunjang, Rabu (26/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, kini sudah kritis.

Beradasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar, sejumlah sumber air PDAM Tirtawening yang di antaranya Situ Cipanunjang sekarang kondisi kedalaman airnya hanya tersisa satu meter, begitu juga Situ Cileunca hanya tersisa 2 meter.

"Walau kemarin sudah turun hujan tapi belum ada pengaruh untuk dua situ sumber air PDAM itu, " ujar Direktur Utama PDAM Tirtawening Sonny Salimi di kantornya Jalan Badak Singa, Senin (28/10/2019).

Sejumlah Desa di Sumedang Alami Krisis Air Bersih, Warga Berharap Musim Hujan Segera Datang

Wilayah Terdampak Kemarau Panjang di Kabupaten Tasikmalaya Bertambah, 35 Kecamatan Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih, Murid di SDN Sukamaju 1 Kota Cimahi Terpaksa Tayamum jika Hendak Salat

Menurut Sonny, Situ Cipanunjang normalnya 22 meter dan Situ Cileunca 12 meter sehingga menghasilkan debit air ke Badak Singa 1.800 liter per detik.

"Keringnya dua situ sebagai sumber air, kini ( PDAM) hanya mampu mengolah 600 liter per detik, otomatis aliran air ke pelanggan terganggu karena hilang 1.200 liter per detik," ujar Sonny.

Sonny minta masyarakat agar maklum karena air PDAM mengandalkan air alam, tergantung ke situ.

"Jadi mohon doa agar hujan segera turun dan kedua Situ kembali normal," katanya.

Menurut Sonny, berkurangnya debit air yang hilang 1.200 liter per detik otomatis membuat pelanggan yang jauh dari Badak Singa tidak akan terbagi karena habis oleh pelanggan yang lebih dekat.

Kemarau Panjang, Jalan Beraspal Kembali Muncul di Waduk Jatigede Sumedang

Musim Kemarau Bikin Pengrajin Perahu di Waduk Jatiluhur Sepi Pemesan

Sonny mengatakan jika hujan tidak turun di kawasan Cipanunjang dan Cileunca, persediaan air saat ini cukup untuk dua minggu lagi.

Sonny minta menghadapi darurat air, masyarakat agar bijak menggunakan air.

Selain itu Sonny minta kepada warga jangan ada yang menjual air PDAM.

"Air PDAM dilarang dijual belikan, apalagi saat darurat air seperti saat ini. Pelanggan sedang susah air, masa ada yang jual air, ini pelanggaran apalagi pakai disedot pakai mesin menyebabkan pelanggan lain tak kebagian," ujarnya.

"Jika ada yang menjual air PDAM tolong dilaporkan akan kami tindak," lanjut Sonny. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved